Friday, August 28, 2020

Dosen TBI Berpartisipasi Aktif di Konferensi Internasional

 

Pada dasarnya kegiatan seperti konferensi internasional merupakan tempat para pakar, peneliti maupun praktisi untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman tentang  isu-isu terkini berkaitan dengan linguistik, pengajaran dan pembelajaran, sastra, literasi dan sebagainya. Salah satu di antara manfaat dari kegiatan konferensi adalah adanya peningkatan reputasi sebuah lembaga pendidikan (perguruan tinggi) sekaligus juga adanya peningkatan kompetensi akademik seorang dosen. Oleh karena itu, dosen selalu diharapkan untuk berpartisipasi secara aktif di berbagai kegiatan konferensi internasional.



Salah seorang dosen Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Pendidikan (FTIK) IAIN Palangka Raya, Santi Erliana, M.Pd telah menunjukan kiprah akademiknya dengan berperan secara aktif di kegiatan internasional. Salah satu di antara kegiatan yang baru saja diikuti adalah: 1st Virtual International Conference dengan tema: The Quality of Education in Covid-19 Era yang diselenggarakan oleh Unit Penjaminan Mutu dan UPT Bahasa, IAIN Madura pada tanggal 27 s.d tanggal 28 Agustus 2020 baru baru ini.

Pada kegiatan konferensi internasional tersebut, Santi Erliana, M.Pd mengangkat  topik yang lagi hangat yang menjadi perdebatan baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional, yaitu tentang pembelajaran daring (online learning). Secara khusus topik yang disajikan adalah: Online Learning during Covid 19 Pandemic: Students’ Perceptions. Mengingat pembelajaran daring (online learning), sangat erat  keterkaitan dengan kondisi mahasiswa, maka dia  melihat pembelajaran daring ini dari perspektif mahasiswa agar dapat memotret sisi-sisi  kelebihan dan kekurangan  pembelajaran daring (online learning) tersebut.



Dari hasil penelitiannya, telah ditemukan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif dari pembelajaran online. Beberapa alasan yang dikemukakan di antaranya adalah kesehatan (tidak bersentuhan langsung dengan orang lain), waktu belajar yang fleksibel, penguasaan teknologi, pengalaman baru dan efisiensi biaya (apabila dibandingkan kuliah offline). Disamping manfaatnya, mahasiswa juga mengemukakan beberapa kendala yang dihadapi diantaranya sinyal internet yang tidak stabil, tugas kuliah yang menumpuk, mata lelah, dan kurangnya interaksi antara dosen dan mahasiswa.

Akhirnya, penelitian ini memberikan rekomendasi aplikasi pembelajaran yang sebaiknya dipergunakan untuk pembelajaran online, yakni WhatsApp dan Google Classroom karena fitur-fitur unggulan dari kedua aplikasi ini, diantaranya fitur tampilan dan penyimpanan bahan perkuliahan/tugas mahasiswa, memungkinkan interaksi antara dosen dengan mahasiswa, dan ramah kuota (karena materi dapat diunduh dan dilihat secara offline). 



Dalam kegiatan konferensi tersebut, telah hadir sejumlah keynote speakers antara lain: Dr. Andi Asrifan, S.Pd, M.Pd (Universitas Muhammadiyah Sidenreng, Rappang, Indonesia),  Dr. Muthmainnah, S.Pd.I, M.Pd (Universitas Al-Syariah Mandar, Sulawesi Barat), Dr. Like  Raskova Octaberlina, M.Ed. (President of ELITE Association, Indonesia), Dr. Ghada Tosson Abd Al- Lateef (Beni Suef University, Mesir), Prof. Dr. Berchisan Nicolae Ciprian (Sapienza, University of Rome, Italia), Yassin Alhennawy (Thamer Internasional School, Jeddah, Arab Saudi), Dr. Mohammed Samir Nada, B.Ed., M.Ed. (Damietta University) (Dr. Mohammad Abdul Karem, B.Sc., M.Sc (Cihan University Erbil, Irak), Associate Prof. Dr. K.J.Vargheese (Christ College, Irinjalakuda, Kerala, India), Dr. Prasahant S. Mothe, M.A, M.PHILL., NET (JRF), Ph.D (Department of English, Adarsh  Mahavidyalaya, Maharashtra, India), Mohammed Galal Mohammed Elkhale (Kementerian Pendidikan dan Perguruan Tinggi Qatar), Crist T. Zita, MA.Ed, SMRIEdr, (Dr Juan A. Pastor MNHS, Department of Education, Filipina),  Mrs. Asma R. Mustafa (Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Palestina), dan Abdul Ghofur, M.Pd. Dr. (Cand).(Editor-i-n Chief OKARA: Jurnal Bahasa dan Seni). Selain itu juga konferensi ini dihadiri oleh (38) tiga puluh delapan pembicara paralel dan 486 partisipan baik melalui ZOOM Meeting maupun Youtube.(rn)

0 comments:

Post a Comment