Tuesday, April 9, 2019

Mahasiswi TBI Kuliah Sembari Buka Jasa Pengetikan Cepat


Namanya adalah Nor harisha. Risha adalah panggilan akrabnya. lahir di desa Baru 21 april 1998. ia terlahir di keluarga yang sangat sederhana. Dia adalah anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya seorang laki-laki bernama Hairul Rizki, yang usianya hampir sama dengannya hanya berselisih satu tahun saja. Ayahnya berprofesi sebagai buruh rotan serabutan dimana perharinya pendapatannya hampir tidak menentu. Kemudian ibunya adalah seorang guru honorer disebuah TK yang telah mengabdi dalam bidang pendidikan selama mereka masih dalam usia belia. Terkadang di setiap hari sabtu ketika sekolah tempat ibunya mengajar libur ibunya berjualan makanan didepan rumah untuk menambah penghasilan mereka,
Risha pun membantu ibunya setiap harinya berjualan dimuka rumah, namun karena sekarang Risha telah pergi merantau untuk kuliah di Iain palangka raya, ibunya kini berjualan dibantu oleh ayahnya. Tak sedikitpun Risha minder terhadap profesi yang digeluti oleh orang tuannya, justru karena itulah Risha  semakin giat belajar dan termotivasi meraih cita-citanya. Seorang anak dari kedua orang tua yang penghasilannya biasa-biasa saja sekarang masih bisa menyekolahkannya sampai ke perguruan tinggi ternama yaitu di Iain Palangka Raya.
Perempuan berdarah dayak ini, sekarang telah menempuh pendidikan di IAIN Palangka Raya, dia memilih Program Studi Tadris bahasa Inggris, dan sekarang telah berada di semester enam. Risha termasuk mahasiswa yang aktif menggikuti kegiatan keorganisasian baik didalam maupun diluar kampus. Diluar kampus dia mengikuti organisasi PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) dan didalam kampus dia megikuti organisasi HMPS (himpunan mahasiswa Program studi). Baginya ikut serta dalam kegiatan organisasi merupakan salah satu aspek penting untuk memperluas jaringan pertemanan dan juga pengalaman yang mungkin tidak akan dia dapatkan dibangku kuliah, itulah mengapa dia sangat senang berorganisasi.

Selain itu untuk meringankan beban biaya kuliahnya Risha juga membuka usaha sampingan, yaitu Jasa pengetikan cepat. Usaha tersebut baru – baru saja dia galakan selama 1 bulan ini, mengingat dia sudah berada disemester pertengahan dan ada rasa tidak ingin merepotkan kedua orang tuanya, namun dikendalakan jadwal kuliah yang masih padat, Risha akhirnya memilih untuk membuat jasa pengetikan saja agar tidak bentrok dengan jam kuliahnya. Jasa pengetikan yang ia geluti hanya menarik tarif Rp.3000 per lembarnya. Risha mempromosikan jasanya melalui teman-teman sekelasnya dan juga melalui pesan broadcast di seluruh media sosialnya. Karena masih terbilang baru, usahanya tersebut masih sedikit peminatnya, bahkan terkadang dalam seminggu hanya ada satu peminat saja yang memerlukan jasanya. Namun hal tersebut tidak membuatnya berkecil hati selama ada usaha dia yakin rezeki akan mengikuti. Risha pun tanpa henti selalu membuat pesan broadcast setiap harinya kalau kalau ada yang ingin memakai jasanya. Hitung-hitung pemanfaat teknologi canggih era industri 4.0 ini dia tidak perlu mencetak selebaran untuk mempromosikan jasanya, cukup melalui media handphone saja.
Begitulah cara Risha dalam memanfaatkan waktu kuliahnya selama di Iain palangka Raya, disibukan dengan tugas – tugas kuliah, berorganisasi dan juga melakukan jasa pengetikan cepat.
Dinarasikan: nh/edu/10 April 2019

1 comment: