Tuesday, April 9, 2019

Bukan hanya bisa Berbahasa Inggris, Mahasiswi ini buka KURSUS Mengaji Al-Qur'an

Palangka Raya – Seorang Mahasiswi IAIN Palangka Raya, Program Studi Tadris Bahasa Inggris bernama Amiatul Hasanah, pernah menjabat sebagai musyrifah Ma’had Al-Jami’ah Periode 2017-2018 sebagai Divisi Kebahasaan selama 1 tahun. Setelah masa jabatannya telah habis, ia tak lagi tinggal di Asrama, melainkan tinggal di sebuah kontrakan. Wanita kelahiran 1998 ini berpikir setelah keluar dari asrama ia ingin membuka peluang usaha les private mengaji baik itu secara individu maupun berkelompok.

Metode mengajar yang dia ajarkan adalah Belajar membaca Al-Qur;an beserta Hukum Ilmu Tajwid dan diskusi. Dia  akan mengajarkan tentang hukum ilmu tajwid dalam membaca al-Qur'an. Dia  akan mengajar anak di semua usia, baik laki-laki ataupun perempuan.
“Saya akan mengajar dengan bahan pengajaran yang menarik, sesuai dengan tingkat kemampuan anak” Ujarnya.
Dalam Perhitungan dia,  kalau rata-rata per anak membayar 5 ribu. Uang itu bukan yang cukup besar namun bisa untuk membantu para guru ngaji, atau minimal guru ngaji  bisa membeli buku-buku baru mengenai metode pengajaran hukum ilmu tajwid.
Tak hanya mendapatkan uang, bekerja sambil kuliah juga membantu dalam  mengasah skill dan kemampuan yang nantinya bermanfaat ke depannya” pikir amy.  
Investasi 5 ribu per hari untuk guru ngaji anak-anak  adalah investasi yang amat sangat murah untuk diri  sendiri.Jika anak-anak  berhasil menjadi anak-anak yang sholeh, maka bila suatu saat kematian menghampiri, maka anak-anak yang terus mendoakan kita. Marilah  jangan jadi manusia yang pelit terutama untuk kepentingan agama dan dakwah Islam.
“Kalau anak-anak kita sudah khatam Al’Quran, jangan biarkan mereka berhenti mengaji, terus perintahkan anak-anak kita untuk menghafal Al’Quran.Minimal anak-anak kita hafal dan mengerti artinya seluruh Juz ke-30 Al’Quran.Serta dorong anak-anak kita untuk belajar lebih dalam dari para Guru ngaji, jangan hanya sebatas Khatam Al’Quran.Dan anak kita bisa masuk pesantren papan atas seperti Gontor dan Tebu Ireng dengan mudah karena anak kita hafal Juz ke-30 Al’Quran.Kita harus terus mendorong anak-anak kita menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah, selain itu kita juga memiliki alasan untuk menyokong kondisi guru ngaji kita”Tambahnya.
Dinarasikan: ah/edu/10 April 2019

0 comments:

Post a Comment