Friday, March 22, 2019

Mahasiswa TBI IAIN Palangka Raya ini, ternyata seorang penyiar di Kalteng Pos Radio (KPFM)


Moh. Rudi Taufana namanya, Mahasiswa semester 6  Program Studi Tadris Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palangka Raya yang dikenal dengan berbagai prestasi, mahasiswa yang aktif dalam bidang organisasi baik di dalam dan di luar kampus serta kuliah sambil bekerja.
Rudi, demikian ia akrab dipanggil oleh teman-temannya, Runner Up 1 Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2018 ini kini sedang menjalani karirnya sebagai seorang penyiar di Kalteng Pos Radio (KPFM) yang berada dibawah naungan Kalteng Pos, sebuah Perusahaan Media di Kota Palangka Raya yang bergerak dalam bidang penerbitan surat kabar harian pertama dan terbesar di Kalimantan Tengah yang termasuk dalam grup Jawa Pos, yang berpusat di Jl. Tjilik Riwut Km 2,5 Palangka Raya.
Duta IAIN Palangka Raya tahun 2017 ini memulai karirnya sebagai seorang penyiar radio sejak tahun 2017, saat itu ia masih duduk di semester 3 dan bekerja sebagai seorang penyiar radio di sebuah lembaga penyiaran Radio Cindra Awigra yang berpusat di Jl. Samratulangi Palangka Raya dan melebarkan sayapnya ke jenjang yang lebih profesional dengan bergabung bersama Kalteng Pos Radio di awal tahun 2019.
Penerima beasiswa Best Excellence Service (BES) Training on Flight Attendant Preparatory and Airline Staff Program ini bergabung bersama Kalteng Pos Radio melalui serangkaian seleksi mulai dari Pengumpulan berkas seperti Curriculum vitae dan Surat lamaran, serta berkas pelengkap lainnya, dilanjutkan dengan Interview dan tahapan terakhir yaitu tes teknik vokal dan teknik penyiaran sebelum akhirnya diterima sebagai seorang penyiar radio dan bergabung bersama Kalteng pos.

“Menjadi seorang penyiar radio tidaklah mudah, kita dituntut harus banyak tahu. Banyak tahu dalam artian memiliki wawasan yang luas dan mengikuti perkembangan informasi terkini dari semua lini, bahkan bisa dibilang kita harus lebih dahulu tahu sebagai bekal dan perbendaharaan wawasan yang kita miliki. Cakap dalam berbicara, pandai menguasai situasi serta memiliki tingkat kepekaan dan konsentrasi yang tinggi dalam hal mengoperasikan perangkat-perangkat penyiaran juga menjadi kewajiban bagi seorang penyiar radio”. Imbuh Musyrif Ma’had Al-Jami’ah IAIN Palangka Raya angkatan 2017-2018 ini.
Saat ini Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Barito Utara tahun 2014 tersebut masih aktif menjalani karirnya sebagai seorang penyiar radio dan tidak melupakan kewajiban utamanya sebagai seorang Mahasiswa di IAIN Palangka Raya.

0 comments:

Post a Comment