
Palangka Raya - IAIN
Palangka Raya memulai rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) tahun 2024
melalui kegiatan penyamaan persepsi antara Lembaga Penjaminan Mutu (LPM),
Komite Penjaminan Mutu (KPM), Gugus Penjaminan Mutu (GPM), dan unsur dekanat
pada 30 Mei 2024 di Ruang Rapat Rektorat. Sebanyak 66 peserta mengikuti
kegiatan yang menjadi tahap awal pelaksanaan Monev tahunan di lingkungan institusi.

LPM, KPM, GPM, dan unsur dekanat mengikuti penyamaan
persepsi Monev 2024 sekaligus pengenalan SIMONA di IAIN Palangka Raya.
Penyamaan persepsi
diarahkan untuk memperjelas tugas dan fungsi KPM serta GPM sekaligus menyatukan
teknis pelaksanaan Monev. Dalam sistem penjaminan mutu internal, KPM bekerja
pada tingkat unit pengelola program studi atau fakultas, sedangkan GPM melakukan
pemantauan lebih dekat pada tingkat program studi. Pola ini memungkinkan proses
evaluasi berlangsung berjenjang dan hasilnya dapat dikonsolidasikan sebagai
dasar perbaikan.
Agenda kegiatan meliputi
pemaparan dasar hukum, metode, dan teknis Monev oleh Kepala Pusat Audit dan
Pengendalian Mutu LPM. Peserta kemudian memperoleh sosialisasi serta praktik
penggunaan SIMONA (Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi IAIN Palangka Raya)
yang disampaikan oleh pengembang aplikasi, Slamet Riyadi, M.Kom. Tahun 2024
menjadi tahun pertama penggunaan SIMONA dalam Monev institusi.

Penggunaan SIMONA
dirancang untuk membantu KPM dan GPM merekam data ketercapaian indikator secara
lebih sistematis. Akses dan fungsi pada aplikasi disesuaikan dengan tugas
masing-masing unsur penjaminan mutu, sehingga analisis ketercapaian substandar
tidak lagi sepenuhnya dikerjakan secara manual. Sistem ini juga mendukung
dokumentasi capaian Indikator Kinerja Utama dan Indikator Kinerja Tambahan pada
setiap program studi.
Pada Monev 2024, Rektor
menugaskan 54 personel KPM dan GPM melalui SK Rektor IAIN Palangka Raya Nomor
232 Tahun 2024. Sebanyak 11 standar SPMI menjadi ruang lingkup pemantauan,
dengan pelaksanaan Monev dijadwalkan pada 3 Juni sampai 26 Agustus 2024. Hasil
Monev diklasifikasikan ke dalam kategori melampaui standar, mencapai standar,
belum mencapai standar, atau menyimpang dari standar.

Bagi Prodi Tadris Bahasa
Inggris, mekanisme Monev ini menjadi instrumen penting untuk melihat
ketercapaian standar secara objektif dan memastikan hasil evaluasi tidak
berhenti pada pencatatan data. Temuan di tingkat program studi perlu
diterjemahkan menjadi rekomendasi, tindak lanjut, dan perbaikan layanan
akademik sebagai bagian dari siklus peningkatan mutu yang berkelanjutan.
No comments:
Post a Comment