Exellent, Trusted, Qualified Based on The Qur'an and Sunnah

Prodi Tadris (Pendidikan) Bahasa Inggris FTIK IAIN Palangka Raya

Sarana dan Prasarana di Program Studi Tadris Bahasa Inggris

Gedung Pekuliahan, Lab. Terpadu, Perpustakaan, Ma'had/asrama Mahasiswa

Prodi Tadris Bahasa Inggris Banjiri Prestasi pada Pekan Kreativitas Mahasiswa IAIN Palangka Raya

*Duta Mahasiswa IAIN Palangka Raya 2017; M.Rudi Taufana (Juara 1), Dian Asih Lestari (Juara 1), Fajar Purwatmiasih (Runner up 1), Rizkan Akbar (Ranner up 2), Aula mukarramah (Ranner up 2),*Duta berbakat IAIN Palangka Raya 2017; Bella Ariska (Juara 1),*Duta Persahabatan IAIN Palangka Raya 2017; Sulianur (Juara 1) *Fashion Show Putra IAIN Palangka Raya; Ahmad Yani (Juara 2), Rizkan Akbar (Juara 3)*Fashoin Show Putri IAIN Palangka Raya: Raudhatul Jannah (Juara 3) *Vocal Solo Putri IAIN Palangka Raya; Dwi Warochmah (Juara 1)

Continuous Quality Improvement

Prodi Tadris Bahasa Inggris IAIN Palangka Raya

Saturday, February 29, 2020

KEMESRAAN ABU DAN RISFA DALAM DEBAT CALON KANDIDAT DEMA FTIK IAIN PALANGKA RAYA


PASLON 1 & 2 bersama wakil dekan III FTIK

Hari ini pada tanggal 29 Februari 2020 bertempat di aula Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), dalam rangka pemilihan ketua dan wakil ketua DEMA FTIK IAIN Palangka Raya, terdapat dua pasang calon yang akan berdebat,. Dua pasang calon tersebut adalah Abdurrohim (PAI) dan Risfa Nur Aisyah (TBI) sebagai paslon nomor urut satu (1) serta Abu Singwan Almadhani(TBI) dan Muhammad Athaillah (PAI) sebagai paslon nomor ururt dua (2). Debat kandidat ini dihadiri oleh wakil dekan III bidang kemahasiswaan dan kerjasama yaitu ibu Asmawati, M.Pd yang menjadi salah satu panelis dari tiga panelis yang ada. Tema yang diangkat pada debat kali ini adalah unggul dalam kepemimpinan, organisasi kemahasiswaan, profesional untuk membangun ftik yang lebih hebat. Pembahasan pada debat kandidat ini merujuk kepada langkah yang diambil ketika menjabat sebagai ketua dan wakil ketua DEMA FTIK. Selain itu, beberapa pertanyaan terdengar mengarah pada beberapa aspek.  Aspek tersebut meliputi  solusi untuk mengantisipasi beberapa kendala atau kesulitan yang mungkin terjadi ataupun yang telah dilewati diperiode sebelumnya. Acara berjalan dengan lancar dan diwarnai dengan ketegangan pada setiap paslon dalam menjawab pertanyaan yang diajukan.

“Debat berlangsung sengit tanpa melupakan subtansi yang dibahas. Kedua paslon saling menawarkan ide-ide untuk memajukan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Harapannya melalui debat ini mahasiswa bisa melihat mana kandidat terbaik untuk memimpin DEMA FTIK selanjutnya”. Ungkap Muhammad Said Malik; demisioner DEMA Institut periode 2019/2020 yang menjadi salah satu panelis pada acara debat kandidat. Debat 2 paslon ini berjalan dengan aman, tertib dan lancar hingga akhir acara.



Thursday, February 27, 2020

ALUMNI 2015 PEDULI; SUMBANGAN UNTUK PRODI TBI IAIN PALANGKA RAYA

      Palangka Raya – Elita Nur’Aina, S.Pd, perwakilan alumni program studi Tadris Bahasa Inggris angkatan 2015 yang baru saja dikukuhkan gelar kesarjanaannya pada bulan Desember 2019 lalu, menyempatkan diri untuk mengunjungi prodi TBI pada hari Jumat, 28 Februari 2020 dan memberikan sumbangan berupa 1 buah printer. Sumbangan itu diterima oleh Ketua Prodi Tadris Bahasa Inggris IAIN Palangka Raya, Zaitun Qamariah, M.Pd, didampingi Sekretaris Prodi, Hesty Widiastuty, M.Pd dan Ketua Prodi Bahasa Arab Dr.Marsiah.

     “Kami ingin memberi kenang-kenangan yang berguna untuk kelancaran kerja di Prodi yang selama ini sudah sangat membantu kami selama kuliah di Prodi TBI” ungkap Elita Nur’Aina, S.Pd. 


         Menurut Zaitun Qamariah, M.Pd sumbangan ini merupakan salah satu contoh bentuk perhatian dari alumni yang ternyata tidak melupakan lembaga dimana mereka pernah menimba ilmu. “Kami sangat berterimakasih atas kepedulian alumni yang luar biasa. Di masa yang akan datang, saya berharap akan ada lebih banyak alumni yang tergerak untuk memberi beragam kontribusi bukan hanya yang bersifat materil namun juga kontribusi ide yang akan membawa manfaat dan kemajuan bagi institusi dimana mereka pernah belajar,” ujarnya.

KISAH LUQMAN BAEHAQI, CALON DOKTOR MUDA PRODI TBI IAIN PALANGKA RAYA DI NEGERI KANGGURU; MENJADI SPEEDBOAT DI NEGERI ORANG

       Terbangun lagi di tengah malam. Jam dinding menunjukkan pukul 2.03 waktu Australia Utara. Ini bukan sekali dua kali. Bangun tengah malam karena mimpi dikejar-kejar buku, terlilit tulisan, dikejar bule-bule zombie yang ganas. Salah satu zombienya supervisorku. Aku gelagapan tengah malam, kadang ngelindur (mengigau). Sisi positifnya, Alhamdulillah, bisa Tahajud. Bukan resah, aku malah senang.

       Inilah tekanan akademik menuntun ilmu di negeri orang. Pikiran tentang disertasi terbawa mimpi. Urusan tulisan ikut kealam bawah sadar itu keren. Wajib disyukuri. Artinya aku masih fokus dan dibuat fokus oleh Sang Pemilik Ilmu. Bahkan setelah mendapat “nightmare” yang konyol.


      Sejak aku menginjakkan kaki di kampus Negeri Kangguru ini, aku memang sempat mengalami academic culture shock. Semua tampak berbeda. Terutama sistem belajar. Ibarat lomba lari di lintasan. Saat mereka bersiap posisi sprint di lintasan, aku baru datang. Bingung. Bengong. Garuk-garuk kepala yang tidak gatal. Aku bahkan masih harus belajar cara lari yang benar. Dengan cepat aku mengevaluasi keadaanku. Speed reading ku tidak efektif. Handwriting skill kurang cepat. Critical thinking belum memuaskan. Paraphrasing, summarizing, synthesizing, critical reviewing skills bikin frustasi. Aku menyimpulkan ada yang salah dengan sistem belajarku. Yang kurasakan mewakili rasa warga +62. Ada yang salah di mindset dan strategi. Bahkan, dengan nyinyir layaknya follower akun gosip @lambeturah, aku tega generalisasi ke “hampir kebanyakan” siswa di Indonesia mengalami kesalahan strategi belajar. Kenyinyiranku kulandasi bukti bahwa, keluhan yang sama juga dirasakan “hampir kebanyakan” teman segrup watssp yang, notabene, dosen-dosen pemeroleh beasiswa kuliah di luar negeri. Ada pepatah guru kencing berdiri murid kencing berlari. Walaupun asumsi ini mungkin akan dibantah lulusan lembaga pendidikan yang merasa “super” favorit. Mereka yang terbiasa dengan atmosfir belajar kompetitif tidak rela dimasukkan dalam kategori “hampir kebanyakan”. Gengsi.

      
      Semua skill akademik yang kusebutkan diatas, selama ini, cenderung diabaikan. Guru/dosen  tidak membuka rahasia cara membaca cepat tapi ilmu tetap lengket diotak. Guru/dosen tidak menganjurkan pentingnya mengetik cepat 10 jari. Bukan 11 jari! Guru/dosen bahkan kurang sabar, tidak tega, terhadap urusan paraphrasing, summarizing, synthesizing skills. Mereka cenderung masa bodoh ketika tugas, paper, makalah, skripsi hanyalah tumpukan copy paste yang tidak dipahami siswanya. Naskah contekan bin ketidakjujuran kadang masih mendapat nilai 8-9. Asal tebal. Mahasiswa bangga mendapat IPK tinggi walau tidak berbanding lurus dengan kemampuan. Mahasiswa Bahasa Inggris tapi tidak bisa berbicara Bahasa Inggris; tidak punya kemampuan menulis dalam Bahasa Inggris; tidak paham bagaimana cara belajar dan mengajarkan Bahasa Inggris yang efektif. Bertahun-tahun kuliah tidak membentuk karakter pembelajar sejati. Aiihhh…..pedes. Selamat datang ke negri santuy dimana kulit luar yang normative lebih penting daripada substansi.

      Kemampuan belajar ada maqom-nya. Ada level piramida tertinggi yang harus dicapai. Kamu tidak boleh puas hanya bisa membaca dan menulis saja. Itu maqom terendah. Anak SD juga bisa. Hindari virus malas belajar yang hobi mendekam di bilik-bilik zona nyaman. Virus MALAS berbahaya bagi peradaban. Lebih epidemic daripada virus Coronavirus COVIN-19. Virus ini membuat kau kehilangan emosi dan kehilangan momentum perubahan. Meraih maqom cinta belajar, cirinya cinta membaca, cinta menulis dan menerapkannya. Inilah kemampuan yang akan membentuk peradaban.
       Salah satu kemampuan berharga dalam tolabul ilmi adalah mengelola emosi. Otak manusia sangat responsive. Supervisorku orang yang baik. Tapi dalam situasi tertentu cara mengkritiknya bar-bar. Dengan Bahasa yang kaya celaan. Sumpah serapah itu biasa. Pemilik mentalitas lemah pasti akan tersinggung, sakit hati, marah, ambeyen kumat dan putus asa. Emosi terganggu. Aku mencoba mengakalinya. Setiap kali dicela aku jadikan sebagai bensin bagi mesin semangatku. Mesinku jadi hidup. Semangatku membara. Akupun berlari lebih cepat (Hei, jangan meremehkan jihad anak perantauan). Semangat dan produktifitas belajar bisa diukur. Durasi fokusku menjadi lebih lama.  Berjam-jam. Aku kuat belajar dari pagi sampai jauh malam. Tanpa extra jozz. Tanpa kopi. Tanpa ngantuk. Cukup ditemani air putih, Didi Kempot, Rhoma Irama, dan Rita Sugiarto. Aku bertransformasi menjadi speedboat yang melaju di sungai Kahayan (untung bukan kelotok). Wuss….

      Namun, kasusku selalu unik. Suatu hari setelah berbulan-bulan membaca ratusan buku, artikel dan menuliskannya, aku menemui supervisorku. Surprisingly, beliau memuji kualitas critical reviewku “Excellent Luqman, you’ve done a great work. I love your writing”. Walau sempat menggangap ini hanya basa basi, aku melambung. Bangga. Pulang konsultasi aku senyum-senyum sambil mengepalkan jempol (?). 2 hari hanya kuhabiskan nonton Channel Atta Halilintar gerebek gubuk Donald Tump. Lupa membaca buku, gak ada ide menulis. Kuterlena. Ternyata aku masih melambung. Lupa turun 2 hari 1 malam. Otak memang unik. Didalamnya ada buluh emosi yang super responsive. Manusia harus kelola dengan cerdas. Celaan bisa jadi bensin semangat. Pujian bisa jadi air yang bikin mesin ngadat. Vice versa. Allah selalu menunjukkan causal-relationship pada setiap masalah.  
       Kau mungkin terlahir dari DNA ibu yang cerdas atau DNA bapak yang skillful, tapi bila jiwamu terkontaminasi virus malas, maka kamu akan bernasib seperti prodigy sepak bola gagal menjadi the next Messi, atau the next Cristiano Ronaldo. Karir mereka gagal karena kurangnya determinasi untuk terus berlatih. Terlalu cepat puas. Freddy Adu tak punya strategi bermain one-two. Allen Halilovic kebanyakan main game. Seorang alien sepakbola seperti Lionel Messi bahkan masih perlu berlatih placing, dribbling, shooting. Atau CR7 yang gila-gilaan melatih otot paha agar mampu melompat lebih tinggi. Menurut Damasio (1995) dan Ramachandran (1998), pakar neuroscience, peran otak sangat besar memicu semangat. Stimulus terhadap otak kiri (left hemisphere) dan otak kanan (right hemisphere) harus seimbang untuk menjaga fikiran tetap waras dan cerdas.
….. anyway, sudah ya. Kebanyakan kata malah bikin bosan. Ini hanya obrolan refleksi tengah malam. Saat kodok-kodok Australia benyanyi riang di tengah hujan yang mengguyur. Salam semangat!

Moil, Northern Territory. Australia. Malam, 28 Februari 2020

Catatan:

Sang Penulis, Luqman Baehaqi, S.S., M.Pd adalah Dosen muda kelahiran tahun 1982 pada Prodi Tadris Bahasa Inggris yang sedang menempuh program Doktor di Australia

TBI MEMILIH PERWAKILANNYA DI HMPS TBI IAIN PALANGKA RAYA


Palangka Raya - Setiap organisasi pasti akan mengalami regenerasi kepengurusan seperti, yang dialami Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (HMPS TBI) IAIN Palangka Raya. Ketua HMPS TBI IAIN Palangka Raya Hairatul Hasanah periode 2019/2020 mengadakan pemilihan ketua dan wakil ketua HMPS TBI IAIN Palangka Raya periode 2020/2021 yang bertempat di sekretariat HMJ Bahasa tersebut, pendaftaran pada rabu s/d sabtu ( 19-22/02).
Ketua HMPS TBI IAIN Palangka Raya juga mengadakan test wawancara pada kandidat bagi calon ketua dan wakil ketua HMPS TBI IAIN Palangka Raya PERIODE 2020/2021 yang bertepat di sekretariat HMJ Bahasa pada minggu pagi (23/02).
Terdapat empat pasangan calon ketua dan wakil ketua HMPS TBI IAIN Palangka Raya yang mengikuti test wawancara tersebut, sekaligus menyampaikan visi dan misinya tersebut. Hal ini diharapkan agar calon ketua dan wakil ketua HMPS TBI IAIN Palangka Raya dapat memajukan HMPS TBI IAIN Palangka Raya lebih baik lagi, ungkap ketua HMPS TBI Hairatul Hasanah.



Empat pasangan calon ketua dan wakil ketua tersebut diantaranya Usup Kurniawan dan Mila Sartika, M. Imam Santoso dan Nurhasanah, Kusrini Oktaviani dan Agus Akhmad Rifai, dan  Wira Rizki Pratama dan Hismatul Hafidzah. Empat pasangan tersebut merupakan mahasiswa aktif TBI semester dua dan semester empat.
Selain itu test wawancara juga dihadiri oleh seluruh pengurus HMPS TBI IAIN Palangka Raya periode 2019/2020 yang ikut serta dalam test wawancara tersebut. Mengharapkan bagi yang nanti terpilih dapat menjalankan amanah.
Sehari sebelum pengumuman hasil yang terpilih menjadi ketua dan wakil ketua HMPS TBI pada selasa siang (25/02), pengurus HMPS TBI IAIN Palangka Raya periode 2020/2021 mengadakan Rapat Umum Anggota (RUA) oleh seluruh pengurus untuk membahas hasil test wawancara sekaligus menentukan calon ketua HMPS TBI IAIN Palangka Raya periode 2020/2021 pada senin (24/02).
Bagi pasangan nanti yang terpilih juga diharapkan memiliki kualitas, integritas yang tinggi, dan pemikiran yang berkembang yang dapat memajukan Prodi TBI IAIN Palangka Raya khususnya HMPS TBI IAIN Palangka Raya untuk lebih baik lagi, tambahnya.
Setelah Rapat Umum Anggota (RUA) pengumuman hasil rapat tersebut disampaikan kepada  calon ketua dan wakil ketua HMPS TBI IAIN Palangka Raya periode 2020/2021 di sekretariat Bahasa pada selasa siang (25/02). Pengumuman hasil tersebut pasangan ketua dan wakil ketua Usup Kurniawan dan Mila Sartika Terpilih sebagai ketua dan wakil ketua HMPS TBI IAIN Palangka Raya periode 2020/2021.


Wednesday, February 26, 2020

GELIAT PENGABDIAN DOSEN MUDA TBI IAIN PALANGKA RAYA PERKENALKAN BAHASA INGGRIS DI PANTI ASUHAN BERKAH


      Palangka Raya - Setiap Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Hal ini tertuang pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang kemudian mendasari diselenggarakannya kegiatan Program Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris FTIK IAIN Palangka Raya pada tahun akademik 2019/2020.




      Tergerak untuk memperkenalkan Bahasa Inggris pada anak-anak Panti Asuhan yang seringkali tidak memiliki akses untuk belajar Bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan, empat orang dosen muda TBI yang terdiri dari Zaitun Qamariah, M.Pd, Hesty Widiastuty, M.Pd, Aris Sugianto, M.Pd, & Akhmad Ali Mirza, M.Pd menyempatkan untuk berkunjung kesalah satu lembaga kesejahteraan sosial (LKS) Panti Asuhan Berkah Palangka Raya.  Program Pengabdian ini dilaksanakan secara intensif setiap hari  di Bulan Ramadhan dengan melibatkan mahasiswa terbaik prodi TBI sebagai tutor secara bergantian. Melalui kegiatan pengabdian  ini, Prodi Tadris Bahasa Inggris mengusung 4 keterampilan berbahasa untuk diperkenalkan kepada anak-anak Panti Asuhan, yang menyasar pembelajar dengan rentang usia 6 sampai 12 tahun. Untuk mengasah keterampilan listening, reading, speaking dan writing, berbagai tehnik dan media belajar bahasa untuk anak digunakan, misalnya teknik belajar sambil bernyanyi dan bermain. 


      Melalui kegiatan pengabdian ini, Dosen dan mahasiswa prodi TBI bisa mengasah kemampuan dan kreativitas mengajar dengan beragam cara yang berbeda. Jika di kampus dosen-dosen tersebut terbiasa mengajar mahasiswa, pada kesempatan ini mereka bisa mengalami bagaimana rasanya mengajar Bahasa Inggris kepada anak-anak. "Sebuah pengalaman yang berbeda. Saya punya 2 anak sebaya dengan mereka & mengajar anak-anak ini menginspirasi saya untuk menemukan beragam cara mengajarkan Bahasa Inggris pada anak-anak saya di rumah", tutur Hesty Widiastuty, M.Pd. 

      Dengan metode dan media pembelajaran bahasa yang dikemas secara kreatif dan menyenangkan, anak-anak Panti Asuhan Berkah terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan yang berlangsung selama 2 jam setiap harinya. Bahkan ketika sesi pembelajaran selesai, anak-anak tersebut masih bernyanyi-nyanyi dengan lagu-lagu yang diajarkan oleh dosen dan mahasiswa tutor mereka. Ketua Tim Pengabdian, Zaitun Qamariah, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian adalah salah satu bentuk realisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi agar masyarakat bisa merasakan manfaat kehadiran prodi TBI sebagai sebuah institusi pendidikan dilingkungan terdekat, sehingga tidak ada kesan eksklusif dan berjarak. Dosen, mahasiswa, masyarakat, semua bisa bersinergi dengan baik demi kemaslahatan dalam mencerdaskan umat. Dengan adanya pengabdian yang berkelanjutan, diharapkan kesadaran akan tujuan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pentingnya nilai kemanusiaan untuk saling berbagi kebaikan terhadap sesama terus terpelihara.

MAHASISWA TADRIS BAHASA INGGRIS RAIH PESERTA TERBAIK DI LTC 3.0


LTC (Leadership Training Camp) 3.0 merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Palangka Raya di di Anjungan Kotim, kota Palangka Raya selama 3 hari, dimulai dari tanggal 31 Oktober sampai 3 November 2019 dengan tema “ Membentuk Kader Pemimpin Masa Depan Yang Berakhlak Mulia Berdasarkan Falsafah Huma Betang”. Tema tersebut sejalan dengan tujuan agar para peserta dapat mengasah karakter sekaligus meningkatkan keterampilan untuk menjadi pemimpin yang baik. Hal ini berangkat dari keyakinan bahwa setiap orang pasti memiliki sisi kepemimpinan tersendiri. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai perwakilan fakultas yang ada di IAIN Palangka Raya. Kegiatan ini diisi dengan pembekalan dan pemahaman  tentang kepemimpinan kepada para peserta dan juga permainan untuk menghibur para peserta.



Dalam rangka mendukung kegiatan tersebut, maka prodi Tadris Bahasa Inggris juga mengutus 4 orang mahasiswa sebagai  perwakilan yang mengikuti kegiatan LTC 3.0 tersebut. Dan salah satu mahasiswa yang menjadi peserta dari Tadris Bahasa Inggris berhasil menjadi peserta terbaik dalam LTC 3.0 atas nama Rifani Shobari dari semester 3 dan diberikan piagam penghargaan secara langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan IAIN Palangka Raya, Bapak Dr. Sadiani.  Beliau menegaskan bahwa tujuan dari LTC itu sendiri adalah dapat membentuk dan mengembangkan karakter, menggali potensi mahasiswa  sehingga lebih dulu dapat mengenali bakat dan minat masing-masing, melatih mahasiswa dalam bersosialisasi dengan tanpa ragu dan malu-malu, membuat mahasiswa berani untuk mengutarakan opini terlebih bagi yang selalu gugup ketika menyampaikan pendapat, dan melatih dalam membuat keputusan dan memecahkan masalah.



Pendapat serupa dikatakan oleh Rifani  sebagai peserta terbaik dari 15  peserta yang mengikuti LTC. “Saya mendapat banyak pengalaman dan pengetahuan tentang kepemimpinan. Tidak cuma pembicaranya yang menginspirasi, tapi permainan yang ada juga melatih skill berkerja dalam sebuah tim. Tugas numpuk pun tidak terasa buang waktu ikut LTC”.


SEMARAK GUEST LECTURE PRODI TBI BERSAMA UNISKA (UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARY)

Palangka Raya, 10 Februari 2020. IAIN Palangka Raya khususnnya program studi Tadris Bahasa  Inggris (TBI) kedatangan tamu dari luar kota yaitu mahasiswa/i Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (UNISKA) Banjarmasin.





Kedatangan mahasiswa/ i bahasa inggris yang berjumlah 33 orang  tersebut tidak lain adalah dalam rangkaian kegiatan Academic Cooperation Guest Lecture. Pemateri dalam kegiatan ini merupakan salah satu pakar linguistik yang dipunyai oleh prodi tadris bahasa inggris IAIN Palangka Raya yaitu Dr. Imam Qalyubi, S.S., M.Hum. Dengan adanya kunjungan dari mahasiswa/i UNISKA tersebut merupakan bentuk kolaborasi dalam menambah pengetahuan mahasiswa terkait dengan linguistik. adapun tema kegiatan guest lecture ini adalah Introduction to Educational Linguistics. 


Kegiatan ini dihadiri oleh wakil dekan I Bidang Akademik, ketua jurusan Pendidikan Bahasa dan ketua program studi Tadris Bahasa Inggris (TBI)  IAIN Palangka Raya serta beberapa dosen yang ikut berhadir. Mahasiwa/i UNISKA terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini.Tidak kalah dengan mahasiswa/i UNISKA, mahasiswa/i IAIN Palangka Raya pun sangat semangat mengikuti kegiatan tersebut ditengah-tengah liburan mereka.


GELAR KONFERENSI INTERNASIONAL 3RD INACELT; TBI IAIN PALANGKARAYA ANGKAT ISU PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS ICT

Sebagai satu-satunya event tahunan Internasional yang mewadahi para dosen, guru, peneliti dan mahasiswa untuk mempublikasikan karya ilmiah terkait pembelajaran bahasa Inggris terintegrasi ICT di Kalimantan Tengah, INACELT (International Conference on English Language Teaching) adalah program tahunan dari Prodi Tadris Bahasa Inggris Jurusan Pendidikan Bahasa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Palangka Raya yang selalu ditunggu.INACELT pertama terlaksana pada tahun 2015. Pada tahun 2019 ini. INACELT ketiga dilaksanakan pada tanggal 16 sampai 17 November 2019 di hotel Luwansa, dengan tema English Language Teaching in Digital Era: Issues and Innovation. Dengan tema tersebut diharapkan hasil penelitian ilmiah terkaipembelajaran bahasa Inggris yang terintegrasi dengan ICT (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dapat terpublikasikan dan diakses secara luas.




          Pada kegiatan INACELT 3 yang terlaksana sebagai perwujudan program kerja Program Studi Tadris Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya Tahun 2019 ini, terdapat 8 keynote speakers, 3 Plenary Speakers dan ditambah 37parallelspeakers yang berasal dari berbagai institusi dalam dan luar negeri. Narasumber atau pemateri utama dalam kegiatan ini adalah Prof. Bambang Yudi Cahyono, Ph. D. dan Prof. Dr. Nur Mukminatien, M. Pd. dari Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Joko Nurkamto, M. Pd. dari Universitas Sebelas Maret, Johan Richard Weintre, Ph. D. dari International Indonesian Forum for Asian Studies, Made Hery Santosa, Ph. D. dari Universitas Pendidikan Ganesha, Dr. Delfi Maskota, M. Hum. dari Andalas University, Christopher Vizcarrondo, M. A. dari Maryland English Institute, Prof. Dr. Wahjuningsih Usadiati, M. Pd. dan Prof. Dr. Maria Arina Luardini, M. A. dari Universitas Palangka Raya, Dr. Imam Qalyubi, M. Hum. dan Dr. Abdul Syahid, M. Pd. dari IAIN Palangkaraya.Secara keseluruhan, kegiatan INACELT 3 yang dilaksanakan oleh Program Studi Tadris Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya Tahun 2019 ini telah terlaksana dengan baik dan lancar berkat kerjasama dan bantuan banyak pihak. 


Tuesday, February 25, 2020

PRODI TBI KEMBALI HOSTING DOSEN RELO FELLOW DARI FLORIDA, U.S DI 2020

            Sambut tahun ajaran baru, IAIN Palangka Raya hadirkan dosen baru dari kedutaan Amerika yang bekerjasama dengan RELO (Regional English Language Office)di Indonesia. Kerjasama ini sudah  berlangsung selama 2 tahun sejak tahun 2018 dan sudah menghadirkan 2 native speaker yang mengajar di IAIN Palangka Raya. Kegiatan yang difasilitasi pihak prodi Tadris Bahasa Inggris dengan tujuan untuk menyediakan fellow sebagai penutur bahasa Inggris asli atau native speaker sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa.

Mr.Christopher Vizcarrondo, M.A
            Kegiatan ini dilaksanakan bersama mahasiswa IAIN Palangka Raya bersama dosen di ruangan Perpustakaan IAIN Palangka Raya lantai 1. Sambutan hangat dari mahasiswa Tadris Bahasa Inggris sebagai bentuk apresiasi atas kedatangan native speaker. Dengan harapan kehadirannya dapat membantu meningkatkan semangat belajar mahasiswa IAIN Palangka Raya dalam bahasa inggris serta memberikan interaksi secara langsung sebagai contoh pertukaran budaya.

Christopher Vizzcarrondo atau yang biasa di panggil Mr. Chris oleh mahasiswa sebagai native speaker kedua yang hadir di IAIN Palangka Raya pada tahun 2019-2020. Mengajar khususnya di Prodi Tadris Bahasa Inggris. Selain itu ia juga sebagai dosen yang terbuka menerima siapapun untuk berinteraksi dan belajar. “saya sangat senang disambut dengan ramai oleh mahasiswa IAIN Palangka Raya, bagi saya ini kesempatan terbaik untuk berbagi dan bertukar pengetahuan. Siapapun dapat belajar dan mengunjungi saya untuk lebih banyak berinteraksi” ucap Mr. Chris dalam sambutannya.

Kehadiran The Regional English Language Office (RELO) di Indonesia merupakan salah satu bagian dari kedutaan besar Amerika Serikat yang focus kepada kualitas pemerolehan bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia. Salah satu program unggulan RELO di Indonesia adalahkesempatanmenjadipenyelenggara (hosting) program English Language Fellow (ELF) selama 10 bulan.Kerjasama ini sebagai hasil penilaian RELO Officer terkait kelayakan IAIN Palangka Raya sebagai tempat penyelenggaraan program English Language Fellow Tahunan kademik 2018/2019 dan paperwork English Fellow.