Exellent, Trusted, Qualified Based on The Qur'an and Sunnah

Prodi Tadris (Pendidikan) Bahasa Inggris FTIK IAIN Palangka Raya

Sarana dan Prasarana di Program Studi Tadris Bahasa Inggris

Gedung Pekuliahan, Lab. Terpadu, Perpustakaan, Ma'had/asrama Mahasiswa

Prodi Tadris Bahasa Inggris Banjiri Prestasi pada Pekan Kreativitas Mahasiswa IAIN Palangka Raya

*Duta Mahasiswa IAIN Palangka Raya 2017; M.Rudi Taufana (Juara 1), Dian Asih Lestari (Juara 1), Fajar Purwatmiasih (Runner up 1), Rizkan Akbar (Ranner up 2), Aula mukarramah (Ranner up 2),*Duta berbakat IAIN Palangka Raya 2017; Bella Ariska (Juara 1),*Duta Persahabatan IAIN Palangka Raya 2017; Sulianur (Juara 1) *Fashion Show Putra IAIN Palangka Raya; Ahmad Yani (Juara 2), Rizkan Akbar (Juara 3)*Fashoin Show Putri IAIN Palangka Raya: Raudhatul Jannah (Juara 3) *Vocal Solo Putri IAIN Palangka Raya; Dwi Warochmah (Juara 1)

Continuous Quality Improvement

Prodi Tadris Bahasa Inggris IAIN Palangka Raya

Friday, September 4, 2020

Sejumlah Mahasiswa TBI Mengikuti Wisuda Drive Through di Masa Pandemi Corona

 

Ada 35 (tiga puluh lima) orang mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) mengikuti acara “Wisuda Sarjana XXIX dan Magister VI  Institut Agama Islam Negeri (IAIN)  Palangka Raya” tahun 2020 yang diselenggarakan pada hari Kamis, tanggal 3 September 2020 bertempat di Aula dan halaman Rektorat IAIN  Palangka Raya.

Acara wisuda kali ini sangat berbeda dengan tradisi wisuda tahun-tahun sebelumnya karena dalam suasana Covid 19, konsep Drive Through yang paling mungkin untuk dilaksanakan dengan menjunjung tinggi protokol kesehatan; menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Dengan menerapkan konsep ini, wisudawan dan wisudawati diijinkan untuk menggunakan berbagai moda transportasi; angkutan umum, becak, sepeda dan sepeda motor untuk mengikuti prosesi acara wisuda dan kemudian tidak berlama-lama pada saat acara wisuda.

Sebagaimana biasanya, sebelum prosesi wisuda (acara inti) dimulai, acara sidang senat dibuka secara resmi oleh Ketua Senat IAIN Palangka Raya, Dr. Mazrur, M.Pd., di Aula IAIN Palangka Raya. Acara ini terbuka untuk umum dan disiarkan secara virtual lewat saluranYoutube

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Palangka Raya, berharap kepada wisudawan dan wisudawati agar ilmu yang diperolehnya diamalkan dalam kehidupan sehari, di tengah-tengah masyarakat, di tempat bekerja, dan di manapun mereka berada, tetap menjaga nama baik dan menghiasi diri dengan akhlak mulia.

Di antara sejumlah wisudawan dan wisudawati terbaik di tingkat institut, Monalisa, seorang mahasiswa Progam Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), turut mengharumkan nama TBI sekaligus nama FTIK IAIN Palangka Raya, atas prestasinya dengan mencapai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,83 (cumlaude). Ditanyakan terkait prestasinya,  Monalisa mengatakan sebagai wisudawati terbaik TBI tahun 2020 tentu saja merupakan hal yang paling membahagiakan dan pencapaian terbesar dia selama menempuh pendidikan formal. Dia merasa bahagia sekaligus sedih secara bersamaan. Dia merasa bahagia atas pencapaiannya. Tetapi sedih karena di acara wisuda tersebut kedua orang tuanya tidak dapat hadir secara langsung untuk mendampinginya. Selanjutnya, dia berpesan kepada adik-adik mahasiswa agar selalu fokus dengan tujuan utama, yaitu menuntut ilmu secara bersungguh-sungguh, terus belajar, jangan mudah lengah dan cepat puas diri, selalu sempatkan waktu untuk membaca berbagai sumber yang berkaitan dengan mata kuliah, sebagai informasi pendukung dari apa yang telah disampaikan oleh dosen di kelas. Untuk kampus IAIN Palangka Raya ini, semoga akan menjadi lebih baik ke depannya. Selama dia berkuliah di sini dia merasa cukup puas dan senang dengan pendidikan dan berbagai pelayanan yang telah diberikan oleh kampus. Selain itu, kedepannya besar harapannya semoga seluruh dosen pengajar, staf maupun mahasiswa agar selalu menjaga keharmonisan dalam berkomunikasi dan merangkul sesama baik di  lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Sementara itu, Zaitun Qamariah, M.Pd, selaku Kaprodi TBI terkait acara wisuda tersebut, ketika diwawancarai secara virtual mengatakan bahwa dia sangat bahagia karena para mahasiswa yang diwisuda kali ini adalah kebanyakan mahasiswa TBI yang tadinya terancam drop out (DO) bisa menuntaskan kuliahnya. Selain itu, ada 17 (tujuh belas) mahasiswa angkatan 2016 berhasil lulus sesuai masa studi yang singkat, 3 (tiga) tahun 8 (delapan) bulan. Kedepannya, TBI menargetkan untuk meluluskan mahasiswa dengan masa studi maksimal 4 (empat) tahun  karena masa studi yang singkat juga merupakan salah 1(satu) poin daya jual TBI agar tetap diminati masyarakat sebagai salah satu tujuan kuliah.(rn).

Wednesday, September 2, 2020

Kaprodi TBI Bangga dan Bersyukur atas Pengukuhan Guru Besar

Pengukuhan Prof. Dr. Hj. Hamdanah, M.Ag, sebagai Guru Besar Pendidikan Ilmu Agama Islam di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya pada Sidang Senat Terbuka IAIN Palangka Raya pada hari Rabu, tanggal 2 September 2020 bertempat di Aula IAIN Palangka Raya merupakan peristiwa monumental dan bersejarah bagi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, secara khusus bagi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).

Sidang Senat Terbuka yang dibuka secara resmi oleh Ketua Senat IAIN Palangka Raya, Dr. Mazrur, M.Pd.,terbuka untuk umum dan disiarkan secara langsung melalui youtube channel. Untuk pengukuhan itu sendiri dilakukan oleh Rektor IAIN Palangka Raya, Dr. H. Khairil Anwar, M.Ag.

Dalam pidatonya, Rektor IAIN Palangka Raya, Dr. H. Khairil Anwar, M.Ag, mengatakan bahwa kehadiran guru besar ini akan memberikan inspirasi dan motivasi bagi calon calon guru besar dan dosen-dosen lainnya di lingkungan IAIN Palangka Raya untuk memacu diri meningkatkan kemampuan atau kompetensi akademisnya. Selanjutnya, beliau memberikan ucapan selamat kepada Prof. Dr. Hj. Hamdanah, M.Ag sebagai ilmuwan muslimah yang  menjadi teladan dan memberikan kontribusi kepada masyarakat, agama dan negara.

Dalam pengukuhan guru besarnya, Prof. Dr. Hj. Hamdanah, M.Ag mengangkat topik yang lagi tren sekarang ini: “Dinamika Psikologis Milenial di Abad Digital: Ikhtiar Membangun Generasi dengan Pendekatan Psikologi Islam.” Menurutnya, di era digital ilmu pengetahuan dan teknologi berkembangan sangat cepat hampir-hampir meninggalkan dimensi spiritualitas. Pada saat yang sama,  manusia mengalami kegundahan sosial disebabkan oleh perkembangan teknologi tersebut. Bagi remaja atau generasi muda, perkembangan teknologi menimbulkan perlambatan kematangan emosi dibandingan kecerdasan intelektual. Sementara pendidikan belum mampu memberikan solusinya. Dia menekankan sebagai jawaban dari permasalahan ini adalah kehadiran Psikologi Islam menjadi alternatif terbaik untuk pendampingan remaja atau generasi muda dalam rangka membentuk mentalitas remaja berbasiskan tauhid, mental yang kokoh dan kuat mesti diterpa berbagi gelombang kehidupan, dan kesadaran bahwa segala sesuatu harus kembali dan bersandarkan kepada Allah Yang Maha Esa.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Hamka, S.Pd, M.Pd, mengucakan selamat atas pengukuhan Prof. Dr. Hj. Hamdanah, M.Ag, Sebagai Guru Besar Pendidikan Ilmu Agama Islam di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya, semoga beliau menjadi seorang ilmuwan yang produktif di lingkungan civitas akademika IAIN Palangka Raya dan berkontribusi pada program pembangunan KALTENG BERKAH.

Turut mengikuti acara secara virtual kegiatan tersebut melalui Youtube channel, Kaprodi Tadris Bahasa Inggris, Zaitun Qamariah, M.Pd. Ketika diwawancarai secara virtual, menyatakan rasa syukur dan bangganya karena IAIN Palangka Raya memiliki seorang profesor yang diharapkan mampu menjadi akademisi yang membawa perubahan yang lebih baik ke arah keilmuan dan meningkatknya akreditasi lembaga. Mudah mudahan momentum ini menjadi titik awal untuk seluruh akademisi meraih pencapaian serupa beliau. (rn)

Friday, August 28, 2020

Dosen TBI Berpartisipasi Aktif di Konferensi Internasional

 

Pada dasarnya kegiatan seperti konferensi internasional merupakan tempat para pakar, peneliti maupun praktisi untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman tentang  isu-isu terkini berkaitan dengan linguistik, pengajaran dan pembelajaran, sastra, literasi dan sebagainya. Salah satu di antara manfaat dari kegiatan konferensi adalah adanya peningkatan reputasi sebuah lembaga pendidikan (perguruan tinggi) sekaligus juga adanya peningkatan kompetensi akademik seorang dosen. Oleh karena itu, dosen selalu diharapkan untuk berpartisipasi secara aktif di berbagai kegiatan konferensi internasional.



Salah seorang dosen Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Pendidikan (FTIK) IAIN Palangka Raya, Santi Erliana, M.Pd telah menunjukan kiprah akademiknya dengan berperan secara aktif di kegiatan internasional. Salah satu di antara kegiatan yang baru saja diikuti adalah: 1st Virtual International Conference dengan tema: The Quality of Education in Covid-19 Era yang diselenggarakan oleh Unit Penjaminan Mutu dan UPT Bahasa, IAIN Madura pada tanggal 27 s.d tanggal 28 Agustus 2020 baru baru ini.

Pada kegiatan konferensi internasional tersebut, Santi Erliana, M.Pd mengangkat  topik yang lagi hangat yang menjadi perdebatan baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional, yaitu tentang pembelajaran daring (online learning). Secara khusus topik yang disajikan adalah: Online Learning during Covid 19 Pandemic: Students’ Perceptions. Mengingat pembelajaran daring (online learning), sangat erat  keterkaitan dengan kondisi mahasiswa, maka dia  melihat pembelajaran daring ini dari perspektif mahasiswa agar dapat memotret sisi-sisi  kelebihan dan kekurangan  pembelajaran daring (online learning) tersebut.



Dari hasil penelitiannya, telah ditemukan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif dari pembelajaran online. Beberapa alasan yang dikemukakan di antaranya adalah kesehatan (tidak bersentuhan langsung dengan orang lain), waktu belajar yang fleksibel, penguasaan teknologi, pengalaman baru dan efisiensi biaya (apabila dibandingkan kuliah offline). Disamping manfaatnya, mahasiswa juga mengemukakan beberapa kendala yang dihadapi diantaranya sinyal internet yang tidak stabil, tugas kuliah yang menumpuk, mata lelah, dan kurangnya interaksi antara dosen dan mahasiswa.

Akhirnya, penelitian ini memberikan rekomendasi aplikasi pembelajaran yang sebaiknya dipergunakan untuk pembelajaran online, yakni WhatsApp dan Google Classroom karena fitur-fitur unggulan dari kedua aplikasi ini, diantaranya fitur tampilan dan penyimpanan bahan perkuliahan/tugas mahasiswa, memungkinkan interaksi antara dosen dengan mahasiswa, dan ramah kuota (karena materi dapat diunduh dan dilihat secara offline). 



Dalam kegiatan konferensi tersebut, telah hadir sejumlah keynote speakers antara lain: Dr. Andi Asrifan, S.Pd, M.Pd (Universitas Muhammadiyah Sidenreng, Rappang, Indonesia),  Dr. Muthmainnah, S.Pd.I, M.Pd (Universitas Al-Syariah Mandar, Sulawesi Barat), Dr. Like  Raskova Octaberlina, M.Ed. (President of ELITE Association, Indonesia), Dr. Ghada Tosson Abd Al- Lateef (Beni Suef University, Mesir), Prof. Dr. Berchisan Nicolae Ciprian (Sapienza, University of Rome, Italia), Yassin Alhennawy (Thamer Internasional School, Jeddah, Arab Saudi), Dr. Mohammed Samir Nada, B.Ed., M.Ed. (Damietta University) (Dr. Mohammad Abdul Karem, B.Sc., M.Sc (Cihan University Erbil, Irak), Associate Prof. Dr. K.J.Vargheese (Christ College, Irinjalakuda, Kerala, India), Dr. Prasahant S. Mothe, M.A, M.PHILL., NET (JRF), Ph.D (Department of English, Adarsh  Mahavidyalaya, Maharashtra, India), Mohammed Galal Mohammed Elkhale (Kementerian Pendidikan dan Perguruan Tinggi Qatar), Crist T. Zita, MA.Ed, SMRIEdr, (Dr Juan A. Pastor MNHS, Department of Education, Filipina),  Mrs. Asma R. Mustafa (Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Palestina), dan Abdul Ghofur, M.Pd. Dr. (Cand).(Editor-i-n Chief OKARA: Jurnal Bahasa dan Seni). Selain itu juga konferensi ini dihadiri oleh (38) tiga puluh delapan pembicara paralel dan 486 partisipan baik melalui ZOOM Meeting maupun Youtube.(rn)

Thursday, August 27, 2020

Dosen-Dosen Tadris Bahasa Inggris Mengikuti Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Interaktif dan E-Modul

 



Sejumlah dosen Tadris Bahasa Inggris mengikuti Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Interaktif dan E-Modul yang diselenggarakan pada tingkat Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya pada hari Kamis, 27 Agustus 2020 bertempat di Ruangan Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) 1 & 2 IAIN Palangka Raya. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya, Dra. Hj. Rodhatul Jennah, M.Pd.  Dalam sambutannya, Dekan menyambut gembira kegiatan ini karena kegiatan ini membekali para dosen dalam rangka mempersiapkan diri untuk menghadapi pembelajaran daring (online) yang cenderung paling banyak dilakukan dalam pembelajaran. Lebih lanjut lanjut, dia mengatakan bahwa pembuatan video pembelajaran interaktif dan E-Modul memerlukan pengetahuan dan keahlian khusus. Oleh karena itu,  para dosen perlu dilatih agar menguasai pembuatan video pembelajaran interaktif dan E-Modul yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Mengakhiri sambutannya, Dra. Hj. Rodhatul Jennah, M.Pd mengingatkan kembali kepada para dosen untuk mengoptimalkan SIMAK karena memuat berbagai fitur terkait pembelajaran.



Salah seorang dosen TBI, Zaitun Qamariah, M.Pd yang sekaligus juga menjabat sebagai Kaprodi Tadris Bahasa Inggris (FTIK) IAIN Palangka Raya, ketika diwawancarai secara virtual mengatakan bahwa kegiatan pelatihan  ini secara tidak langsung sangat membantu para dosen untuk mengajar secara daring (online) di era pandemik. Selain itu, juga materi-materi yang didapatkan dari pelatihan dapat segera diaplikasikan pada perkuliahan yang akan datang ini. Adapun yang menjadi nara sumber kegiatan pelatihan  Dr. H. Mazrur, M.Pd, Dr. Hj. Rodhatul Jennah, M.Pd, Dr. Nurul Wahdah, M.Pd dan H. Mukhlis Rohmadi, M.Pd.


Dua Orang Dosen Tadris Bahasa Inggris mendapatkan Jabatan Fungsional Lektor

 

Dua orang dosen Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya,  Akhmad Ali Mirza, M.Pd dan Hesty Widiastuty, M.Pd mendapatkan Jabatan Fungsional Lektor  dan keduannya mengikuti acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/ Janji Pejabat Administrator, Jabatan Fungsional Dosen dan Sekretaris Satuan Pengawas Internal (SPI) di lingkungan IAIN Palangka Raya pada hari Kamis, 27 Agustus 2020 bertempat di Aula Rektorat LT dua (2) IAIN Palangka Raya yang diselenggaran oleh Unit Organisasi Kepegawaian dan Penyusunan peraturan (OKPP) IAIN Palangka Raya. Akhmad Ali Mirza, M.Pd mendapatkan Jabatan Fungsional Lektor dengan Mata Kuliah Speaking dan Hesty Widiastuty, M.Pd mendapatkan Jabatan Fungsional Lektor dengan Mata Kuliah CALL.



Turut diundang dalam acara acara tersebut antara lain  Senat Institut, Direktur Pascasarjana, semua Dekan di lingkungan IAIN Palangka Raya, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Kepala Perpustakaan, Kepala Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD), dan Kepala Pusat Bahasa.

Sunday, August 23, 2020

Dosen-Dosen TBI Unjuk Kemampuan di Kegiatan International Conference

 

Sejumlah dosen Prodi Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan,  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya menunjukkan kemampuannya untuk berkiprah di tingkat dunia internasional dengan berpartisipasi di kegiatan: ”The 8th Elite International Conference, 23-24 August, 2020” dengan  tema: ”Technology –Enhanced ELT in the Post Pandemic Era. ”Adapun para dosen yang berpartisipasi mengikuti kegiatan konferensi internasional tersebut adalah: Santi Erliana, M.Pd,  Hesty Widyastuty, M.Pd,  Zaitun Qamariah, M.Pd dan Akhmad Ali Mirza, M.Pd sebagai pembicara, sementara M. Zaini Miftah, M.Pd dan Dellis Pratika, M.Pd sebagai peserta. Santi Erliana, M.Pd mempresentasikan 2 (dua)  topik. Topik pertama adalah ”Technological Assisted ELT during Coronavirus Outbreak: Lecturers’ and Students’ Beliefs,” berkolaborasi dengan Enik Rukiati (Politehnik Negeri Jember), Suprih Ambarwani (AKPRIND) Yogyakarta. Topik kedua adalah  ”Unpacking Policy Documents Online Learning: A pathway to Shape Teachers’ Self-Regulated Learning,” berkolaborasi dengan Dewi Wahyu Mustika Sari dari IAIN Salatiga. Hesty Widyastuty, M.Pd,  Zaitun Qamariah, M.Pd dan Akhmad Ali Mirza, M.Pd mengangkat topik  “Developing TOEFL-Based Vocabulary Building Materials for the Students of IAIN Palangka Raya.”



              Berkaitan dengan kegiatan konferensi internasional ini, Santi Erliana, M.Pd, salah seorang presenter yang sekaligus juga dosen TBI, ketika diwawancari secara virtual mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. Dia merasakan manfaatnya ketika dia sebagai moderator, pembicara dan peserta. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pembicara-pembicara yang diundang sesuai dengan bidangnya, yaitu pembelajaran berbahasa Inggris berbasiskan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), kegiatan dilaksanakan sepenuhnya dalam Bahasa Inggris untuk menyediakan pembelajaran Bahasa Inggris yang sebenarnya.

              Tampil sebagai pembicara utama (Keynote Speakers); Willy A. Renandya (Singapore), Jon Mason (Australia), Gumawang Jati (Indonesia), Sultan G. Stover (USA) dan Ismail W. Wekke (Indonesia). (rn)


Friday, August 14, 2020

Pencerahan langsung oleh Pakar Kurikulum

 



Suatu kehormatan dan kesempatan berharga bagi dosen-dosen Program Studi Tadris Bahasa Inggris, FTIK IAIN Palangkara Raya karena karena bertemu langsung secara virtual dengan pakar kurikulum, Prof. Handoyo Puji Widodo, dari di sela sela kesibukan yang luar biasa, masih bisa menyempatkan waktunya untuk menjadi  narasumber dalam “Workshop Virtual Kurikulum Pendidikan Bahasa” yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 15 Agustus 2020, baru baru ini.  Workshop ini  diikuti oleh  sejumlah dosen-dosen Program Studi  Tadris Pendidikan Bahasa Inggris, FTIK IAIN Palangka Raya, Dengan harapan para dosen memiliki wawasan terhadap Kurikulum berbasis KKNI, yang secara operasionalnya  mereka dapat  mendesain program instruksional beserta sejumlah dokumen terkait  agar menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional dan bisa bersaing secara nasional dan global. Turut serta dalam kegiatan tersebut, Ketua Program  Studi Tadris Bahasa Inggris, Zaitun Qamariah, M.Pd. Ketika diwawancarai secara virtual, mengatakan bahwa workshop ini sangat penting, bermanfaat & relevan dg kebutuhan/tuntutan profesi akademik dosen di era sekarang ini, sehingga dosen terinspirasi dan termotivasi untuk terus meningkatkan profesionalismenya. 


Terkait dengan workshop, salah seorang peserta workshop yang juga dosen Tadris Bahasa Inggris, Luqman Baehaqi, M.Pd mengatakan bahwa materi yang disampaikan oleh narasumber memberi wawasan baru (new insights) tentang kurikulum berbasis KKNI, yang selama ini hanya memahami kurikulum lewat namanya saja, padahal kurikulum kalau didalami lagi, banyak aspek yang terkait yang harus diketahui, misalnya, pemahaman tentang visi, misi, tujuan dari prodi, penamaan dan penentuan mata kuliah, bobot SKS, desain instruksional, penyusunan desain instruksional dan sebagainya. (rn)

 


Monday, August 10, 2020

NEW NORMAL; Tadris Bahasa Inggris IAIN Palangka Raya adakan Pelatihan Aplikasi Anti Plagiasi bagi Guru SMA Kota Palangka Raya

Kamis, 23/07/2020. Program Studi Tadris Bahasa Inggris IAIN Palangka Raya mengadakan pelatihan aplikasi anti plagiasi bagi Guru SMA Kota Palangka Raya dengan tema "Training of Mendeley and Anti-Plagiarism to Improve The Quality of Scientific Research". Pelatihan tersebut berkaitan dengan pemanfaatan aplikasi anti plagiasi untuk karya tulis ilmiah atau artikel yang akan dipubikasi oleh para guru sebagai bagian dari sumbangsih akademik.



Kegiatan pelatihan tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan In House Training (IHT) yakni persiapan menyambut Tahun Ajaran Baru (TAB) bagi para guru SMA di Kota Palangka Raya. 


IHT tersebut dibuka pada hari kamis (23/7/2020) oleh Kepala SMAN-3 Palangka Raya, Bapak Sudiro, S.Pd.,M.M., lalu kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi pelatihan oleh tiga narasumber yang juga merupakan dosen Prodi Tadris Bahasa Inggris IAIN Palangka Raya yaitu 1) Dr. Abdus Syahid, M.Pd., 2) Zaitun Qamariah, M.Pd., dan 3) Hesty widiastuti, M.Pd. 



Ketua Prodi TBI, Zaitun Qamariah, M.Pd dalam laporannya mengatakan, secara factual kecenderungan plagiat di kalangan akademisi masih tinggi sementara disatu sisi produk karya tulis ilmiah semakin banyak.

“Sadar akan hal itu, maka dosen Prodi TBI merasa perlu dan wajib untuk melakukan pelatihan mengenai anti plagiarism tersebut,” ujarnya.

Pelatihan ini diselenggarakan dengan harapan, agar dapat terhindar dari plagiarism dalam menyusun karya ilmiah di kalangan dosen dan dapat membentuk budaya etika akademik terutama dalam menghasilkan karya ilmiah.

“Bukan hanya itu saja, harapan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri para guru dari ancaman sanksi atau plagiat serta secara kelembagaan dapat menyusun pedoman “Kemiripan” tulisan yang dikategorikan plagiat” tambahnya.


Sementara itu, Kepala SMAN-3 Palangka Raya mengatakan,  dirinya mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Prodi Tadris Bahasa Inggris IAIN Palangka Raya yang  menyelenggarakan kegiatan pelatihan anti plagiarism dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya.

Dirinya juga berharap, dengan diselenggarakannya kegiatan pelatihan ini, akan meningkatkan kualitas akademik para guru dengan lahirnya karya – karya ilmiah yang sesuai dengan budaya etika akademik yang terhindar dari plagiarism.” 

(Zaitun Qamariah)






Pengabdian Masyarakat Dosen Jalur Covid-19; TBI gelar Webinar

            Sabtu, 02/05/2020. Di era covid-19, dosen Tadris Bahasa Inggris FTIK mau tidak mau harus mampu menjadi penggerak terutama dalam pengembangan kualitas mahasiwa sebagai calon tenaga guru/pendidik. Komitmen itulah yang tercermin dalam Webinar Nasional bertajuk "What to Do to Make You Ready to Teach" melalui zoom conference dan Whatsap group pada Sabtu, 02 Mei 2020. 

            Webinar ini diselenggarakan oleh Prodi Tadris Bahasa Inggris bekerjasama dengan HMPS TBI dan English Community IAIN Palangka Raya yang diikuti oleh 100 mahasiwa dari berbagai perguruan tinggi. Webinar ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi dosen TBI untuk berkontribusi lebih besar di era pandemi.

            Webinar ini menghadirkan pembicara utama: 1) Akhmad Ali Mirza, M.Pd. (Seketaris Jurusan Bahasa IAIN Palangka Raya) dan Zaitun Qamariah, M.Pd (Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris IAIN Palangka Raya. 

            Akhmad Ali Mirza dan Zaitun Qamariah dalam paparannya menyatakan bahwa Guru di masa akan datang akan menghadapi tantangan yang sangat berbeda ketika mengajar. Karenanya calon guru saat ini harus menyiapkan diri sebaik mungkin dengan beragam pendekatan, metode, bahan dan media ajar agar bisa menjadi guru yang sesuai dengan kebutuhan mengajar dimasa yang akan datang.

(Zaitun Qamariah)

MEDIA DAN BAHAN AJAR MENARIK, MURID PUN TERTARIK!

 

BAHAN AJAR MENARIK MURID PUN TERTARIK

Senin, 10 Agustus 2020. Program Studi Tadris Bahasa Inggris Jurusan Bahasa mengadakan acara pelatihan / workshop yang bertema ( Pengembangan Media dan Bahan Ajar Berbasis Online ).


Workshop ini diadakan dalam rangka menyiapkan Mahasiswa/i FTIK IAIN Palangka Raya khusus nya pada Program Studi Tadris Bahasa Inggris sebelum melaksanakan kegiatan Praktik Mengajar yang telah dijadwalkan pada periode Agustus-Oktober 2020 mendatang.

Workshop ini ditujukan untuk mahasiswa aktif Program studi Tadris Bahasa Inggris Semester 6 yang diikuti sekitar 70 peserta yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dimulai dari hari ini pada pukul 08.00  sampai 15.00 WIB dan sesi kedua dilanjutkan besok pada pukul 08.00 hingga berakhir pukul 15.00 WIB. 

Workshop yang bertempat di aula FTIK IAIN Palangka Raya ini juga memberlakukan ketentuan protokol kesehatan yang wajib ditaati oleh semua peserta workshop seperti menggunakan masker, faceshield, membawa handsanitizer dan dianjurkan datang lebih awal agar pada saat registrasi tidak berdesakan dan terjadi penumpukan.


Pemateri workshop ini adalah Bapak Aris Sugianto. M.Pd, ibu Dr. Nurul Wahdah. M.Pd., yang memberikan pelatihan mengenai tips dan trik dalam membuat media pembelajaran dengan praktik penggunaan beberapa aplikasi sederhana seperti plotagon, powtoon dan active presenter. Tentu saja, kegiatan ini diharapkan bisa memberikan pembekalan lebih dini kepada para mahasiswa untuk mempermudah dalam membuat bahan ajar mengajar yang menarik dan efisien di era pandemi yang mensyaratkan pembelajaran non tatap muka.


(Ka-Eza)

Tuesday, March 10, 2020

REZA; MAHASISWA YANG GELUTI FOTOGRAFI DEMI WUJUDKAN CITA-CITA MENJADI DOSEN

      Terlahir sebagai anak seorang supir taksi, tidak membuat Fahreza Hidayat, mahasiswa prodi Tadris Bahasa Inggris IAIN Palangka Raya, merasa minder. Anak pasangan Zainul Ilmi (alm) dan Suteriani itu justru tertantang untuk meringankan beban ekonomi orangtuanya.



      Reza, mahasiswa semester 4 itu, kini menjadi fotografer, videografer dan editor multimedia profesional di Fantasi Studio yang beralamat di Jalan G.Obos, Palangka Raya. 

“Pekerjaan ini sudah saya jalani selama 1 tahun lebih sejak semester 2. Kebetulan jam kerjanya cukup fleksibel, walaupun sesekali bentrok antara jam kuliah dan deadline pekerjaan  tidak terhindarkan.” Jelas Reza
      Anak kedua dari tiga bersaudara ini juga sempat bekerja sebagai editor berita disebuah stasiun televisi swasta di Palangka Raya yaitu Dayak TV. Namun karena sulit mengatur waktu untuk mengerjakan tugas kuliah dan deadline edit berita, ia memutuskan untuk resign. “Saya keluar rumah mulai pukul 07.00 WIB dan pulang malam. Sehabis kuliah, saya membantu ibu saya berjualan di kantin dan menyelesaikan pekerjaan di studio” imbuhnya.
      Dalam hal akademis, Reza terbilang mahasiswa cerdas. Capaian nilai akademisnya pun cukup Istimewa. Ia meraih IPK 3,54. Selain itu Reza juga memiliki cita-cita menjadi dosen sebagaimana pesan almarhum ayahnya yang berharap Reza bisa berbagi ilmu kepada banyak orang. Karena itu Reza berusaha keras untuk mewujudkan impiannya, dengan menjalani beragam pekerjaan.
      Ayah meninggal dunia ketika saya baru saja lulus dari bangku SMK. Sejak saat itu saya bertekad untuk mewujudkan harapan ayah saya untuk lanjut kuliah. Insyaallah jika suatu saat saya menjadi dosen, itu dapat menjadi jalan amal jariah yang pahalanya juga ikut mengalir kepada almarhum ayah, ujar Reza. 





Friday, March 6, 2020

RIZAL SETIAWAN, MAHASISWA PENJUAL KERUPUK BERMENTAL BAJA!


      Rizal, panggilan akrab sehari-hari mahasiswa bernama lengkap Rizal Setiawan didalam ataupun diluar kampus Prodi Tadris Bahasa Inggris IAIN Palangka Raya. Mahasiswa yang tengah berada di semester 6 ini dilahirkan di desa Ampah, sebuah kecamatan di Dusun Tengah pada 10 November 1999 dari pasangan keluarga petani sederhana, Bapak Sugeng dan Ibu Jarhanah. 

      Rizal tidak seberuntung remaja seusianya yang bisa langsung melanjutkan kuliah setelah lulus SMA. Niatnya terkendala biaya. Namun ia menolak menyerah pada keadaan dan menolak berpangku tangan. Ia memutuskan untuk bekerja selama kurang lebih 2 tahun demi mewujudkan cita-cita menjadi mahasiswa. Dia bertekad memutuskan lingkaran setan dan lingkaran kemiskinan dengan menjadi mahasiswa pertama dikeluarganya yang kelak akan memperbaiki nasib dan derajat kedua orangtuanya apabila sudah bekerja

         Kuliah sambil bekerja bukanlah hal yang mudah untuk dijalani. Seringkali jadwal kuliah dan jadwal bekerja bertabrakan satu sama lain dan membuatnya merasa kewalahan. Belum lagi tugas-tugas kuliah yang butuh segera dikerjakan. Namun Rizal pantang berkeluh kesah. Membiayai kuliahnya seorang diri, ditahun pertama kuliah ia bekerja sebagai pramuniaga di Matahari Departement Store Palangkaraya. Tentunya hal tersebut sangat melelahkan. Mengikuti perkuliahan dari pagi hingga jam 5 sore, kemudian jam setengah 6 sore harinya harus dilanjutkan dengan shift kerja melayani para pembeli yang selalu padat hingga jam 11 malam. 

      Ditahun kedua kuliah, Rizal diamanahi untuk menjadi Musyrif (kakak Pendamping) pada Ma’had Al-Jamiah IAIN Palangka Raya. Sembari menjadi musyrif yang bertugas mengajarkan membaca Al-qur’an, Bahasa Inggris dan materi penunjang lainnya kepada para mahasiswa baru, ia membuka usaha warung sembako kecil-kecilan di Ma’had dengan modal usaha yang berhasil disisihkan dari beasiswa yang ia dapatkan dari kampus. Tidak hanya itu, Rizal juga berbisnis online dengan menjual makanan, barang elektronik hingga produk kesehatan. “Alhamdulillah itu semua dapat sedikit membantu membiayai biaya hidup dan kuliah saya sebagai anak rantau,” ungkap Rizal beberapa waktu yang lalu.

Setiap kali libur semester datang, ketika teman-teman pulang kampung dan berkumpul dengan keluarga menikmati liburan, ia memanfaatkan waktu luangnya untuk mencari pekerjaan. beragam pekerjaan sudah dijalani oleh Rizal. Dengan modal suara merdu yang dimilikinya, ia sesekali diundang menjadi biduan untuk memeriahkan beragam acara. Selain itu ia juga pernah mengisi waktu liburannya dengan berjualan es blender. Walaupun status mahasiswa bergengsi, kerja tak kenal gengsi, itulah prinsip yang ia jalani. Tak puas hanya berjualan es, ia juga bekerja sebagai pekerja paruh waktu di sebuah yayasan, yaitu yayasan Al-Muhajirin. 

Pada tahun ketiga kuliah, ia ditunjuk menjadi salah satu pengajar BMQ (Bimbingan Membaca Al-Qur’an) bagi para mahasiswa baru. lalu dimalam hari ia juga membuka sistem belajar mengaji diluar kampus. Sebagai sampingan, dia juga tetap melanjutkan berbisnis online sampai sekarang. 
Bisnis baru yang sedang ia kembangkan saat ini adalah bisnis kerupuk degan resep rahasia khusus yang dilabelinya dengan brand Mr.R yang diambil dari inisial namanya sendiri. Ia berharap bisnis barunya akan memperoleh omset yang meningkat seiring berjalannya waktu dan gencarnya promosi yang ia lakukan. 

Bagaimana dengan kuliah? "Alhamdulillah, kuliah saya lancar. Tutur Rizal. Tugas-tugas kuliah dikerjakan dengan baik, dan IPK saya selalu diatas angka 3. Buat teman-teman yang bernasib seperti saya, jangan sampai berhenti kuliah karena terhalang biaya. Dimana ada kemauan pasti ada jalan. Intinya jika ingin sukses maka bekerja keraslah. Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Insyaallah, salah satu dari banyak hal yang kamu usahakan suatu saat akan berhasil", ujarnya sembari menutup cerita. 

Saturday, February 29, 2020

KEMESRAAN ABU DAN RISFA DALAM DEBAT CALON KANDIDAT DEMA FTIK IAIN PALANGKA RAYA


PASLON 1 & 2 bersama wakil dekan III FTIK

Hari ini pada tanggal 29 Februari 2020 bertempat di aula Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), dalam rangka pemilihan ketua dan wakil ketua DEMA FTIK IAIN Palangka Raya, terdapat dua pasang calon yang akan berdebat,. Dua pasang calon tersebut adalah Abdurrohim (PAI) dan Risfa Nur Aisyah (TBI) sebagai paslon nomor urut satu (1) serta Abu Singwan Almadhani(TBI) dan Muhammad Athaillah (PAI) sebagai paslon nomor ururt dua (2). Debat kandidat ini dihadiri oleh wakil dekan III bidang kemahasiswaan dan kerjasama yaitu ibu Asmawati, M.Pd yang menjadi salah satu panelis dari tiga panelis yang ada. Tema yang diangkat pada debat kali ini adalah unggul dalam kepemimpinan, organisasi kemahasiswaan, profesional untuk membangun ftik yang lebih hebat. Pembahasan pada debat kandidat ini merujuk kepada langkah yang diambil ketika menjabat sebagai ketua dan wakil ketua DEMA FTIK. Selain itu, beberapa pertanyaan terdengar mengarah pada beberapa aspek.  Aspek tersebut meliputi  solusi untuk mengantisipasi beberapa kendala atau kesulitan yang mungkin terjadi ataupun yang telah dilewati diperiode sebelumnya. Acara berjalan dengan lancar dan diwarnai dengan ketegangan pada setiap paslon dalam menjawab pertanyaan yang diajukan.

“Debat berlangsung sengit tanpa melupakan subtansi yang dibahas. Kedua paslon saling menawarkan ide-ide untuk memajukan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Harapannya melalui debat ini mahasiswa bisa melihat mana kandidat terbaik untuk memimpin DEMA FTIK selanjutnya”. Ungkap Muhammad Said Malik; demisioner DEMA Institut periode 2019/2020 yang menjadi salah satu panelis pada acara debat kandidat. Debat 2 paslon ini berjalan dengan aman, tertib dan lancar hingga akhir acara.



Thursday, February 27, 2020

ALUMNI 2015 PEDULI; SUMBANGAN UNTUK PRODI TBI IAIN PALANGKA RAYA

      Palangka Raya – Elita Nur’Aina, S.Pd, perwakilan alumni program studi Tadris Bahasa Inggris angkatan 2015 yang baru saja dikukuhkan gelar kesarjanaannya pada bulan Desember 2019 lalu, menyempatkan diri untuk mengunjungi prodi TBI pada hari Jumat, 28 Februari 2020 dan memberikan sumbangan berupa 1 buah printer. Sumbangan itu diterima oleh Ketua Prodi Tadris Bahasa Inggris IAIN Palangka Raya, Zaitun Qamariah, M.Pd, didampingi Sekretaris Prodi, Hesty Widiastuty, M.Pd dan Ketua Prodi Bahasa Arab Dr.Marsiah.

     “Kami ingin memberi kenang-kenangan yang berguna untuk kelancaran kerja di Prodi yang selama ini sudah sangat membantu kami selama kuliah di Prodi TBI” ungkap Elita Nur’Aina, S.Pd. 


         Menurut Zaitun Qamariah, M.Pd sumbangan ini merupakan salah satu contoh bentuk perhatian dari alumni yang ternyata tidak melupakan lembaga dimana mereka pernah menimba ilmu. “Kami sangat berterimakasih atas kepedulian alumni yang luar biasa. Di masa yang akan datang, saya berharap akan ada lebih banyak alumni yang tergerak untuk memberi beragam kontribusi bukan hanya yang bersifat materil namun juga kontribusi ide yang akan membawa manfaat dan kemajuan bagi institusi dimana mereka pernah belajar,” ujarnya.

KISAH LUQMAN BAEHAQI, CALON DOKTOR MUDA PRODI TBI IAIN PALANGKA RAYA DI NEGERI KANGGURU; MENJADI SPEEDBOAT DI NEGERI ORANG

       Terbangun lagi di tengah malam. Jam dinding menunjukkan pukul 2.03 waktu Australia Utara. Ini bukan sekali dua kali. Bangun tengah malam karena mimpi dikejar-kejar buku, terlilit tulisan, dikejar bule-bule zombie yang ganas. Salah satu zombienya supervisorku. Aku gelagapan tengah malam, kadang ngelindur (mengigau). Sisi positifnya, Alhamdulillah, bisa Tahajud. Bukan resah, aku malah senang.

       Inilah tekanan akademik menuntun ilmu di negeri orang. Pikiran tentang disertasi terbawa mimpi. Urusan tulisan ikut kealam bawah sadar itu keren. Wajib disyukuri. Artinya aku masih fokus dan dibuat fokus oleh Sang Pemilik Ilmu. Bahkan setelah mendapat “nightmare” yang konyol.


      Sejak aku menginjakkan kaki di kampus Negeri Kangguru ini, aku memang sempat mengalami academic culture shock. Semua tampak berbeda. Terutama sistem belajar. Ibarat lomba lari di lintasan. Saat mereka bersiap posisi sprint di lintasan, aku baru datang. Bingung. Bengong. Garuk-garuk kepala yang tidak gatal. Aku bahkan masih harus belajar cara lari yang benar. Dengan cepat aku mengevaluasi keadaanku. Speed reading ku tidak efektif. Handwriting skill kurang cepat. Critical thinking belum memuaskan. Paraphrasing, summarizing, synthesizing, critical reviewing skills bikin frustasi. Aku menyimpulkan ada yang salah dengan sistem belajarku. Yang kurasakan mewakili rasa warga +62. Ada yang salah di mindset dan strategi. Bahkan, dengan nyinyir layaknya follower akun gosip @lambeturah, aku tega generalisasi ke “hampir kebanyakan” siswa di Indonesia mengalami kesalahan strategi belajar. Kenyinyiranku kulandasi bukti bahwa, keluhan yang sama juga dirasakan “hampir kebanyakan” teman segrup watssp yang, notabene, dosen-dosen pemeroleh beasiswa kuliah di luar negeri. Ada pepatah guru kencing berdiri murid kencing berlari. Walaupun asumsi ini mungkin akan dibantah lulusan lembaga pendidikan yang merasa “super” favorit. Mereka yang terbiasa dengan atmosfir belajar kompetitif tidak rela dimasukkan dalam kategori “hampir kebanyakan”. Gengsi.

      
      Semua skill akademik yang kusebutkan diatas, selama ini, cenderung diabaikan. Guru/dosen  tidak membuka rahasia cara membaca cepat tapi ilmu tetap lengket diotak. Guru/dosen tidak menganjurkan pentingnya mengetik cepat 10 jari. Bukan 11 jari! Guru/dosen bahkan kurang sabar, tidak tega, terhadap urusan paraphrasing, summarizing, synthesizing skills. Mereka cenderung masa bodoh ketika tugas, paper, makalah, skripsi hanyalah tumpukan copy paste yang tidak dipahami siswanya. Naskah contekan bin ketidakjujuran kadang masih mendapat nilai 8-9. Asal tebal. Mahasiswa bangga mendapat IPK tinggi walau tidak berbanding lurus dengan kemampuan. Mahasiswa Bahasa Inggris tapi tidak bisa berbicara Bahasa Inggris; tidak punya kemampuan menulis dalam Bahasa Inggris; tidak paham bagaimana cara belajar dan mengajarkan Bahasa Inggris yang efektif. Bertahun-tahun kuliah tidak membentuk karakter pembelajar sejati. Aiihhh…..pedes. Selamat datang ke negri santuy dimana kulit luar yang normative lebih penting daripada substansi.

      Kemampuan belajar ada maqom-nya. Ada level piramida tertinggi yang harus dicapai. Kamu tidak boleh puas hanya bisa membaca dan menulis saja. Itu maqom terendah. Anak SD juga bisa. Hindari virus malas belajar yang hobi mendekam di bilik-bilik zona nyaman. Virus MALAS berbahaya bagi peradaban. Lebih epidemic daripada virus Coronavirus COVIN-19. Virus ini membuat kau kehilangan emosi dan kehilangan momentum perubahan. Meraih maqom cinta belajar, cirinya cinta membaca, cinta menulis dan menerapkannya. Inilah kemampuan yang akan membentuk peradaban.
       Salah satu kemampuan berharga dalam tolabul ilmi adalah mengelola emosi. Otak manusia sangat responsive. Supervisorku orang yang baik. Tapi dalam situasi tertentu cara mengkritiknya bar-bar. Dengan Bahasa yang kaya celaan. Sumpah serapah itu biasa. Pemilik mentalitas lemah pasti akan tersinggung, sakit hati, marah, ambeyen kumat dan putus asa. Emosi terganggu. Aku mencoba mengakalinya. Setiap kali dicela aku jadikan sebagai bensin bagi mesin semangatku. Mesinku jadi hidup. Semangatku membara. Akupun berlari lebih cepat (Hei, jangan meremehkan jihad anak perantauan). Semangat dan produktifitas belajar bisa diukur. Durasi fokusku menjadi lebih lama.  Berjam-jam. Aku kuat belajar dari pagi sampai jauh malam. Tanpa extra jozz. Tanpa kopi. Tanpa ngantuk. Cukup ditemani air putih, Didi Kempot, Rhoma Irama, dan Rita Sugiarto. Aku bertransformasi menjadi speedboat yang melaju di sungai Kahayan (untung bukan kelotok). Wuss….

      Namun, kasusku selalu unik. Suatu hari setelah berbulan-bulan membaca ratusan buku, artikel dan menuliskannya, aku menemui supervisorku. Surprisingly, beliau memuji kualitas critical reviewku “Excellent Luqman, you’ve done a great work. I love your writing”. Walau sempat menggangap ini hanya basa basi, aku melambung. Bangga. Pulang konsultasi aku senyum-senyum sambil mengepalkan jempol (?). 2 hari hanya kuhabiskan nonton Channel Atta Halilintar gerebek gubuk Donald Tump. Lupa membaca buku, gak ada ide menulis. Kuterlena. Ternyata aku masih melambung. Lupa turun 2 hari 1 malam. Otak memang unik. Didalamnya ada buluh emosi yang super responsive. Manusia harus kelola dengan cerdas. Celaan bisa jadi bensin semangat. Pujian bisa jadi air yang bikin mesin ngadat. Vice versa. Allah selalu menunjukkan causal-relationship pada setiap masalah.  
       Kau mungkin terlahir dari DNA ibu yang cerdas atau DNA bapak yang skillful, tapi bila jiwamu terkontaminasi virus malas, maka kamu akan bernasib seperti prodigy sepak bola gagal menjadi the next Messi, atau the next Cristiano Ronaldo. Karir mereka gagal karena kurangnya determinasi untuk terus berlatih. Terlalu cepat puas. Freddy Adu tak punya strategi bermain one-two. Allen Halilovic kebanyakan main game. Seorang alien sepakbola seperti Lionel Messi bahkan masih perlu berlatih placing, dribbling, shooting. Atau CR7 yang gila-gilaan melatih otot paha agar mampu melompat lebih tinggi. Menurut Damasio (1995) dan Ramachandran (1998), pakar neuroscience, peran otak sangat besar memicu semangat. Stimulus terhadap otak kiri (left hemisphere) dan otak kanan (right hemisphere) harus seimbang untuk menjaga fikiran tetap waras dan cerdas.
….. anyway, sudah ya. Kebanyakan kata malah bikin bosan. Ini hanya obrolan refleksi tengah malam. Saat kodok-kodok Australia benyanyi riang di tengah hujan yang mengguyur. Salam semangat!

Moil, Northern Territory. Australia. Malam, 28 Februari 2020

Catatan:

Sang Penulis, Luqman Baehaqi, S.S., M.Pd adalah Dosen muda kelahiran tahun 1982 pada Prodi Tadris Bahasa Inggris yang sedang menempuh program Doktor di Australia

TBI MEMILIH PERWAKILANNYA DI HMPS TBI IAIN PALANGKA RAYA


Palangka Raya - Setiap organisasi pasti akan mengalami regenerasi kepengurusan seperti, yang dialami Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (HMPS TBI) IAIN Palangka Raya. Ketua HMPS TBI IAIN Palangka Raya Hairatul Hasanah periode 2019/2020 mengadakan pemilihan ketua dan wakil ketua HMPS TBI IAIN Palangka Raya periode 2020/2021 yang bertempat di sekretariat HMJ Bahasa tersebut, pendaftaran pada rabu s/d sabtu ( 19-22/02).
Ketua HMPS TBI IAIN Palangka Raya juga mengadakan test wawancara pada kandidat bagi calon ketua dan wakil ketua HMPS TBI IAIN Palangka Raya PERIODE 2020/2021 yang bertepat di sekretariat HMJ Bahasa pada minggu pagi (23/02).
Terdapat empat pasangan calon ketua dan wakil ketua HMPS TBI IAIN Palangka Raya yang mengikuti test wawancara tersebut, sekaligus menyampaikan visi dan misinya tersebut. Hal ini diharapkan agar calon ketua dan wakil ketua HMPS TBI IAIN Palangka Raya dapat memajukan HMPS TBI IAIN Palangka Raya lebih baik lagi, ungkap ketua HMPS TBI Hairatul Hasanah.



Empat pasangan calon ketua dan wakil ketua tersebut diantaranya Usup Kurniawan dan Mila Sartika, M. Imam Santoso dan Nurhasanah, Kusrini Oktaviani dan Agus Akhmad Rifai, dan  Wira Rizki Pratama dan Hismatul Hafidzah. Empat pasangan tersebut merupakan mahasiswa aktif TBI semester dua dan semester empat.
Selain itu test wawancara juga dihadiri oleh seluruh pengurus HMPS TBI IAIN Palangka Raya periode 2019/2020 yang ikut serta dalam test wawancara tersebut. Mengharapkan bagi yang nanti terpilih dapat menjalankan amanah.
Sehari sebelum pengumuman hasil yang terpilih menjadi ketua dan wakil ketua HMPS TBI pada selasa siang (25/02), pengurus HMPS TBI IAIN Palangka Raya periode 2020/2021 mengadakan Rapat Umum Anggota (RUA) oleh seluruh pengurus untuk membahas hasil test wawancara sekaligus menentukan calon ketua HMPS TBI IAIN Palangka Raya periode 2020/2021 pada senin (24/02).
Bagi pasangan nanti yang terpilih juga diharapkan memiliki kualitas, integritas yang tinggi, dan pemikiran yang berkembang yang dapat memajukan Prodi TBI IAIN Palangka Raya khususnya HMPS TBI IAIN Palangka Raya untuk lebih baik lagi, tambahnya.
Setelah Rapat Umum Anggota (RUA) pengumuman hasil rapat tersebut disampaikan kepada  calon ketua dan wakil ketua HMPS TBI IAIN Palangka Raya periode 2020/2021 di sekretariat Bahasa pada selasa siang (25/02). Pengumuman hasil tersebut pasangan ketua dan wakil ketua Usup Kurniawan dan Mila Sartika Terpilih sebagai ketua dan wakil ketua HMPS TBI IAIN Palangka Raya periode 2020/2021.


Wednesday, February 26, 2020

GELIAT PENGABDIAN DOSEN MUDA TBI IAIN PALANGKA RAYA PERKENALKAN BAHASA INGGRIS DI PANTI ASUHAN BERKAH


      Palangka Raya - Setiap Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Hal ini tertuang pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang kemudian mendasari diselenggarakannya kegiatan Program Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris FTIK IAIN Palangka Raya pada tahun akademik 2019/2020.




      Tergerak untuk memperkenalkan Bahasa Inggris pada anak-anak Panti Asuhan yang seringkali tidak memiliki akses untuk belajar Bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan, empat orang dosen muda TBI yang terdiri dari Zaitun Qamariah, M.Pd, Hesty Widiastuty, M.Pd, Aris Sugianto, M.Pd, & Akhmad Ali Mirza, M.Pd menyempatkan untuk berkunjung kesalah satu lembaga kesejahteraan sosial (LKS) Panti Asuhan Berkah Palangka Raya.  Program Pengabdian ini dilaksanakan secara intensif setiap hari  di Bulan Ramadhan dengan melibatkan mahasiswa terbaik prodi TBI sebagai tutor secara bergantian. Melalui kegiatan pengabdian  ini, Prodi Tadris Bahasa Inggris mengusung 4 keterampilan berbahasa untuk diperkenalkan kepada anak-anak Panti Asuhan, yang menyasar pembelajar dengan rentang usia 6 sampai 12 tahun. Untuk mengasah keterampilan listening, reading, speaking dan writing, berbagai tehnik dan media belajar bahasa untuk anak digunakan, misalnya teknik belajar sambil bernyanyi dan bermain. 


      Melalui kegiatan pengabdian ini, Dosen dan mahasiswa prodi TBI bisa mengasah kemampuan dan kreativitas mengajar dengan beragam cara yang berbeda. Jika di kampus dosen-dosen tersebut terbiasa mengajar mahasiswa, pada kesempatan ini mereka bisa mengalami bagaimana rasanya mengajar Bahasa Inggris kepada anak-anak. "Sebuah pengalaman yang berbeda. Saya punya 2 anak sebaya dengan mereka & mengajar anak-anak ini menginspirasi saya untuk menemukan beragam cara mengajarkan Bahasa Inggris pada anak-anak saya di rumah", tutur Hesty Widiastuty, M.Pd. 

      Dengan metode dan media pembelajaran bahasa yang dikemas secara kreatif dan menyenangkan, anak-anak Panti Asuhan Berkah terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan yang berlangsung selama 2 jam setiap harinya. Bahkan ketika sesi pembelajaran selesai, anak-anak tersebut masih bernyanyi-nyanyi dengan lagu-lagu yang diajarkan oleh dosen dan mahasiswa tutor mereka. Ketua Tim Pengabdian, Zaitun Qamariah, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian adalah salah satu bentuk realisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi agar masyarakat bisa merasakan manfaat kehadiran prodi TBI sebagai sebuah institusi pendidikan dilingkungan terdekat, sehingga tidak ada kesan eksklusif dan berjarak. Dosen, mahasiswa, masyarakat, semua bisa bersinergi dengan baik demi kemaslahatan dalam mencerdaskan umat. Dengan adanya pengabdian yang berkelanjutan, diharapkan kesadaran akan tujuan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pentingnya nilai kemanusiaan untuk saling berbagi kebaikan terhadap sesama terus terpelihara.