Wednesday, July 24, 2019

Berani Keluar dari Zona Nyaman! Introvert Tak Menghalangi Mahasiswa TBI IAIN Palangka Raya Ini Menyalurkan Hobinya

Bagi seorang introvert berada di keramaian, menjadi pusat perhatian, ataupun memulai pertemanan adalah kegiatan yang sangat melelahkan sekaligus menguras banyak tenaga. Hal seperti ini juga dirasakan oleh seorang mahasiswi semester enam (6) prodi Pendidikan Bahasa Inggris IAIN Palangka Raya, bernama Nur Azzahro atau lebih akrab dipanggil Noi. Lewat percakapan singkat, kami mengetahui bahwa dia memiliki tingkat introvert 86% dari sebuah tes psikologi bernama 16 personalities yang ia lakukan diawal tahun kemarin.
Namun, menjadi introvert tidak lantas membuatnya tidak mampu berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan kampus. Keadaan telah menempa dan memaksanya untuk keluar dari zona nyaman. Domisilinya yang bukan asli Palangka Raya melainkan Purbalingga, sebuah kota kecil di Jawa Tengah, mau tidak mau membuatnya bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan yang benar-benar asing. Latar budaya serta bahasa yang jauh berbeda adalah hambatan besar lain yang harus ia hadapi. Ia dituntut untuk keluar dari cangkangnya dan atas bantuan serta dukungan teman-teman dekatnya ia berhasil melewati masa-masa itu.
Pada awal perkuliahan ia memutuskan untuk bergabung dengan HMJ Bahasa, serta menjadi anggota SEMA di tahun 2019. Ia juga aktif dalam berbagai kepanitiaan seperti INACELT 2017 dan 2018 serta EDSA pada tahun 2018, ia menyalurkan salah satu hobi yang tidak banyak orang tahu yaitu design serta menggambar. Disana ia membantu dekorasi hingga pembuatan berbagai sertifikat. Dia mengakui bahwa bekerja dibelakang layar adalah pilihan terbaik bagi seorang introvert, karena disanalah mereka masih bisa merasa nyaman dengan dirinya sendiri ditengah hiruk pikuk kegiatan diluar sana.
Dari tugas-tugas kuliah yang diberikan oleh dosen, ia juga menemukan hobi barunya yaitu video editing. Beberapa video editannya dapat dilihat di laman Youtub-nya “Nur Azzahro”. Di channel tersebut dapat kita temukan berbagai macam video editannya dari video perkenalan kampus hingga beberapa film pendek.
Noi melanjutkan, bahwa berada jauh dari kampung halaman juga memacunya untuk segera menuntaskan pendidikan bahasa inggris ini secepat mungkin. Ia lagi-lagi memanfaatkan hobinya untuk menonton film, serta mendengarkan lagu-lagu barat sebagai media belajar untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggrisnya. Cara ini cukup efektif membantunya dalam belajar bahasa inggris serta menambah kosa katanya.
“Bagi kami, menjadi seorang introvert bukan sebuah alasan untuk membatasi aktifitas, kita bisa kok berkegiatan seperti yang lain,  kita hanya butuh waktu lebih lama untuk dapat berbaur dan perlu sekali dukungan orang-orang terdekat serta waktu istirahat lebih panjang, untuk mengisi kembali energi di penghujung hari” pungkasnya.
Narasi: edu/25/07/2019

0 comments:

Post a Comment